Benedict Wermter alias Bule Sampah turun ke lapangan melihat salah satu daerah di Bali yang dipenuhi sampah plastik.
Benedict Wermter langsung jatuh cinta pada Indonesia begitu kali pertama ke sini, tapi dengan segera pula dia tahu ada masalah dengan penanganan sampah. Platform Bule Sampah membuatnya diundang pemerintah daerah, juga seorang mama di Papua.
DINARSA KURNIAWAN, Berlin
---
SEJAK awal kedatangannya ke Indonesia, Benedict Wermter segera mendapati salah satu masalah yang dihadapi negeri yang telah menawan hatinya ini: sampah. Itulah yang kemudian mendorong peneliti, penulis, dan jurnalis investigatif asal Jerman tersebut membuat platform yang menyediakan informasi dan edukasi, khususnya terkait sampah plastik.
Pekerjaan membuatnya akrab dengan persoalan lingkungan. Salah satu karya jurnalistiknya menyorot konten tentang ekspor sampah ke luar negeri oleh jaringan eksportir sampah ilegal dari Jerman ke negara-negara Asia.
”Saya merasa terpanggil melakukan sesuatu untuk Indonesia berdasar pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki,” kata peraih sejumlah penghargaan jurnalistik itu ketika ditemui Jawa Pos di Tempelhofer Feld, sebuah lapangan terbang di Berlin dari era Perang Dunia II yang diubah menjadi ruang terbuka untuk publik, pada 30 Juli lalu.
Beni (sapaan Benedict Wermter) kali pertama ke Indonesia sebagai turis backpacker pada 2017 ke Sumatera Utara. Dan, dengan segera hatinya tertawan. ”Semakin lama di sini, saya lihat sektor industri di Indonesia susah me-maintain standar lingkungan dengan benar. Dari situ muncul masalah sampah yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Hal lain yang membuat dirinya tak bisa berpaling dari Indonesia adalah di negeri inilah dia kali pertama bertemu dengan Lina Wermter. Perempuan tersebut kini menjadi istrinya. Beni dan Lina kemudian memikirkan cara bagaimana berkontribusi kepada Indonesia untuk mengatasi masalah sampah. ”Jadi, saya membuat semacam media atau platform untuk menunjukkan kepada orang-orang di Indonesia betapa pentingnya hal tersebut. Dari situlah Bule Sampah muncul,” kisahnya tentang awal kemunculan akun @bule_sampah di sejumlah platform media sosial.
KELILING INDONESIA: Benedict Wermter alias Bule Sampah saat memberikan edukasi tentang pentingnya pengolahan sampah keapda anak-anak di sebuah sekolah di Ambon, Maluku.
Saat ini akun @bule_sampah di Instagram memiliki 80,6 ribu pengikut, sedangkan di TikTok, akun @bulesampah punya 50,6 ribu. Beni mengungkapkan, saat ini dirinya belum terlalu fokus di YouTube karena merasa belum mempunyai sumber daya yang mumpuni untuk membuat konten yang bagus.
Beni mengatakan, Bule Sampah sendiri resmi online di media sosial pada tujuh bulan lalu. Namun, dia menyatakan sudah menyiapkannya bersama istrinya sejak setahun terakhir.
Dua akun media sosial tersebut dari awal sampai saat ini pun dikerjakan berdua oleh Beni dan Lina. Mulai merekam gambar, mengeditnya, sampai mengunggahnya ke akun media sosial.
Ada benang merah dalam setiap konten yang diunggahnya di media sosial. Konten-konten tersebut juga selalu dipresentasikan menggunakan bahasa Indonesia. Tujuannya agar mudah diserap masyarakat Indonesia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
