Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Desember 2016 | 22.39 WIB

Kisah Letkol Laut (P) Yudo Ponco Ari Merekondisi Sekoci Pendarat Amfibi TNI-AL

HASIL KERJA KERAS: Letkol Ponco dan kapal LCVP 512-1 yang berhasil direkondisi. - Image

HASIL KERJA KERAS: Letkol Ponco dan kapal LCVP 512-1 yang berhasil direkondisi.

Kembalikan Fungsi Kapal seperti Film Saving Private Ryan



Hati Ponco teriris saat melihat banyak kapal perang yang berakhir di penampungan besi tua. Tidak ingin hal itu terulang, dia merekondisi sebuah sekoci pendarat amfibi. Kini sekoci tersebut dipajang di Museum Angkut, Kota Batu.





FARID S. MAULANA





’’SETIAP pelaut percaya bahwa tiap kapal selalu punya jiwa.” Pepatah kuno tersebut memiliki arti mendalam bagi pelaut. Pepatah itu pula yang mengilhami seorang perwira TNI-AL Letkol Laut (P) Yudo Ponco Ari.



Bagi dia, kapal di laut bukan hanya sebuah benda mengapung. Lebih dari itu, ada ratusan sejarah yang tersimpan di dalamnya.



Sejarah yang kerap terlupa tentang kehebatan pelaut TNI-AL dalam mengarungi samudra untuk mempertahankan perairan NKRI.



Atas dasar itu, alumnus Akademi Angkatan Laut tahun 1999 tersebut tidak rela melihat kapal-kapal perang TNI-AL harus ’’pensiun’’ di tempat besi tua.



Hatinya sesak melihat beberapa sekoci pendarat amfibi menjadi barang rongsokan yang tidak berguna. Padahal, sekoci-sekoci tersebut pernah menerjang gelombang samudra dengan membawa puluhan prajurit Marinir.



’’Mereka selayaknya prajurit, jadi harus berakhir dengan apresiasi yang tinggi atas jasa-jasanya selama bertugas,” kata Ponco. Berbekal rasa prihatin itu, tercetus ide untuk memensiunkan sekoci pendarat amfibi di tempat yang layak.



Dia ingin masyarakat bisa melihat dan mengenang kehebatan sekoci itu. Gayung bersambut. Saat Ponco getol menyuarakan untuk merekondisi kapal-kapal bersejarah, pengelola Museum Angkut menghubunginya.



Dia diminta menghadirkan satu kapal bekas TNI-AL untuk dipajang di sana. ”Tujuannya untuk edukasi maritim bagi masyarakat,” terangnya.



Ponco lantas memilih satu sekoci pendarat amfibi yang memiliki nama lain landing craft vehicle and personnel (LCVP). Sekoci itu merupakan bekas milik KRI Teluk Semangka 512.



LCVP adalah kendaraan air yang unik. Fungsinya, mengangkut personel dan material dari kapal utama menuju pantai pendaratan. Bedanya dengan sekoci biasa, LCVP tidak memerlukan dermaga.



Sebab, sekoci itu mampu melakukan beaching atau menjangkau pantai. LCVP mampu masuk ke bibir pantai dan membuka pintu depan. Sekilas mirip sekoci tentara yang dipakai pada film Saving Private Ryan atau miniseri The Pacific.



Kapal tersebut memang menjadi favorit militer Amerika Serikat untuk operasi amfibi pada Perang Dunia II. Ponco yang sehari-hari menjabat komandan Sekolah Komando Pasukan Katak, Pusdiksus, itu tentu saja tidak sembarangan memilih kapal LCVP untuk dipajang di Museum Angkut.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore