Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Juli 2019 | 02.49 WIB

Nunung Tulang Punggung Keluarga dari Dulu

RESPONS PELAWAK SRIMULAT: Toto Muryadi (Tarzan) (keempat kanan), Christian Barata Nugroho (Polo) (ketiga kanan), Ketua Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN), Brigjen Siswandi (kedua kanan), dan Kabul (Tessy) (kanan) memberikan keterangan pers terkait kasus n - Image

RESPONS PELAWAK SRIMULAT: Toto Muryadi (Tarzan) (keempat kanan), Christian Barata Nugroho (Polo) (ketiga kanan), Ketua Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN), Brigjen Siswandi (kedua kanan), dan Kabul (Tessy) (kanan) memberikan keterangan pers terkait kasus n

JawaPos.com - BERUSAHA menenangkan. Dan, memintanya terus berdoa untuk sang putri, Nunung. Itulah yang bisa dikatakan Wulantri kepada sang bunda, Juwarti, sejak kabar penangkapan sang kakak terdengar pada Jumat malam (19/7).

"Ibu sayang banget Mbak Nunung, saya minta berdoa, pasti ada jalan keluar," tuturnya ketika ditemui Jawa Pos Radar Solo di kediaman pribadi Nunung di kawasan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, kemarin (20/7).

Juwarti, 83, ibunda Nunung dan Wulantri, tinggal di Solo. Saat ini kebetulan Wularti tengah mudik ke sana. Sehari-hari biasanya dia tinggal bersama sang kakak di kawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan. Di rumah itulah Nunung dan suami, Iyan Sambiran, ditangkap

Karena itulah, Wularti hafal seluk-beluk kakaknya itu. "Pulang paling istirahat, tidur, makan, cengkerama sama anak, cucu, ponakan yang ikut sama Mbak Nunung," ujar perempuan yang akrab dipanggil Nunik itu.

Tak ada, lanjut Nunik, gelagat yang mengarah pada penggunaan barang haram. Makannya juga banyak. Nunung juga tak pernah menyembunyikan paket apa pun yang dikirim ke rumah.

"Setiap mendapat paket, Mbak Nunung pasti juga membukanya di depan orang rumah dan isinya biasanya aksesori wanita yang beli di online shop," katanya.

Polisi menyebut Nunung membeli sabu-sabu dari Hadi Moheriyanto sepuluh kali dalam tiga bulan terakhir. Tapi, Nunik menegaskan, tidak pernah ada orang misterius yang mengirim paket ke rumah Nunung di Tebet Timur.

"Kalau ada transaksi di rumah itu bohong, dan pasti saya cegah," imbuh adik bungsu Nunung tersebut.

Nunung mengawali karir melawak dari bawah. Dari panggung ke panggung, baik bersama Srimulat maupun kelompok lain. Sebelum kemudian menembus televisi dan layar lebar.

Gaya lawakannya yang khas dan mudahnya dia beradaptasi dengan berbagai komedian dari beragam latar belakang membuat karirnya awet sampai usia yang sudah 56 tahun sekarang ini. Kesuksesannya di program televisi Paris van Java dan Ini Talk Show adalah bukti kemampuan melawaknya.

Sejak muda pula Nunung selalu jadi tulang punggung keluarga. Kakak pertama sampai semua adik-adiknya selalu mendapat bantuan.

Bahkan, setiap pekan dia rutin mengirimkan uang untuk membantu keluarga. "Kadang transfer Rp 500 ribu, kadang Rp 700 ribu, tanpa ada yang meminta. Mbak Nunung ikhlas memberikan," papar Nunik.

Bukan hanya itu. Dia juga memboyong sejumlah keluarga untuk tinggal bersamanya di Jakarta. "Malah anak saya tiga semua diboyong sama Mbak Nunung ke Jakarta. Anak saya yang ketiga malah satu sekolah sama cucunya karena sepantaran," imbuh Nunik.

Bukan hanya keluarga, para tetangga yang tinggal di sekitar rumah juga kerap mendapat bantuan dari Nunung. "Di lingkup kampung membaur dengan warga. Setiap ada kegiatan kalau ada kesempatan pasti datang," katanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore