Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Maret 2019, 23.38 WIB

Touring, Ibadah Tetap Terjaga

Sejumlah bikers mengendarai motor custom di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/3). - Image

Sejumlah bikers mengendarai motor custom di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/3).

JawaPos.com - Motor bisa dibilang sebagai bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Jadi, tak mengherankan kalau budaya kustom (custom culture) berkembang dengan pesat.


Bukan hanya soal sepeda motor kustom, tapi juga merambah hal lain, mulai fashion hingga budaya bermotor. Komunitas motor pun muncul dari rider dengan berbagai latar belakang.


Salah satunya Bikers Muslim Indonesia yang didirikan H Abu Albani. Bukan sekadar wadah bagi pencinta roda dua, komunitas itu juga menjadi wahana bagi orang yang ingin berhijrah. Di sana anak-anak motornya suka touring sekaligus ibadah.


"Saya bersama dengan teman-teman yang lain tetap menyalurkan hobi motor. Namun tidak melupakan salat lima waktu, puasa, dan hal-hal seperti menghadiri majelis taklim," ujarnya.


Terbentuknya komunitas itu berawal dari para pemilik Harley-Davidson yang ingin berhijrah. Dalam artian yang sebenarnya. Misalnya meninggalkan hal buruk yang pernah dilakukan seperti mabuk-mabukan, berzina, melalaikan salat, atau berjudi.


Menurut Abu, suatu budaya motor tidak terlepas dari keberadaan komunitas yang memberikan wadah. "Terutama hal positif yang mengajak pada hal yang baik," imbuh pemilik Kawasaki Versys 650 cc itu.


Komunitas yang kini memasuki tahun ketiga tersebut tidak memandang jenis motor untuk bergabung. Berbagai merek, cc, dan jenis seperti motor adventure, sport, cruiser, scooter, serta motor kustom dapat bergabung dengan komunitas itu. Asalkan memiliki niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan memperdalam ilmu agama.


Fashion dan pernak-pernik motor juga memiliki kaitan yang erat dengan dunia roda dua yang tidak bisa dipisahkan dari budaya kustom. Hal itu dikatakan Andi Akbar, pemilik Katros Garage. Selain bengkel sebagai tempat untuk melakukan modifikasi atau kustom, dia melihat banyak owner bengkel yang memiliki unit usaha lain. Di antaranya clothing line atau menyediakan part motor buatan bengkel tersebut.


Misalnya yang dilakukan Andi dengan membuat Katros Apparel dan Katros Kit. "Ya, banyak pemilik bengkel yang membuat unit usaha lain yang masih berhubungan dengan otomotif," kata pria yang biasa disapa Atenx itu.


Antara lain membuka kafe yang berada di area bengkel. Secara tidak langsung, hal tersebut memberikan pelayanan yang one stop service kepada para pelanggan. "Kalau boleh saya akui, penghasilan dari ngebengkel itu tidak cukup. Karena itu, orang harus kreatif dan memanfaatkan peluang yang ada," tutur builder langganan Presiden Jokowi dan putranya, Gibran Rakabuming Raka, tersebut. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore