
Penelusuran sejarah benteng di Surabaya
''Kalau menurut cetak birunya, sebenarnya ada sebelas benteng yang dibuat untuk melindungi Surabaya kala itu. Tapi, yang tersisa hanya yang saya tuliskan di buku,'' terang suami dr Rr Danti Ayu Irawati itu.
Dia mengaku sempat beberapa kali mutung untuk menyelesaikan proyek idealis tersebut. Sebab, beberapa kendala kerap menghadang. Mulai kesibukan bekerja di BLPS, persoalan dana, sampai tidak adanya respons dari Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jatim. Dukungan justru ditunjukkan perorangan, kebanyakan anggota TNI dan pemerhati sejarah. Misalnya soal keperluan riset di Belanda.
''Selain dari tabungan, saya juga dibantu dari donasi teman-teman Roodebrug (komunitas sejarah yang didirikan Ady, Red) dan kawan-kawan di Belanda,'' tutur dia.
Untuk menghemat biaya hidup di Negeri Kincir Angin, Ady numpang tinggal di rumah temannya, warga negara Belanda yang juga pegiat sejarah.
''Yang membuat saya harus lama di Belanda, saat saya datang, Nationaal Archief sedang tutup untuk renovasi. Saya harus nunggu dua minggu, yang lantas saya manfaatkan untuk ke Normandia,'' kenangnya.
Kerja keras Ady akhirnya tak sia-sia. Dia berhasil menuliskan dengan detail kondisi dan fungsi benteng-benteng di sekitar Surabaya. Benteng Kedung Cowek, misalnya, menjadi saksi bagaimana pejuang Indonesia menahan gempuran sekutu saat meletus pertempuran Surabaya.
Ady mengetahui keberadaan benteng Kedung Cowek itu secara tidak sengaja bersama seorang teman yang merupakan anggota TNI. Ady dan komunitasnya sempat pula melakukan aksi bersih-bersih benteng Kedung Cowek beberapa tahun lalu.
Seperti ditulis Ady di bukunya, dari benteng Kedung Cowek itu, bekas pasukan Heiho (bentukan Jepang) yang mengubah nama menjadi Batalion Sriwidjaja melawan serbuan kapal-kapal Inggris yang dikomando Kapten R.C.S Garwood. Tepat 10 November, kapal-kapal destroyer Inggris memuntahkan 350 tembakan meriam kaliber 45 inci ke arah Kota Surabaya.
''Di luar dugaan Inggris, pasukan Batalion Sriwidjaja bisa mengoperasikan meriam-meriam yang tersisa di benteng. Mereka dibantu arek-arek kampung setempat dan bekas tentara KNIL,'' terang Ady tentang kisah yang dimuat di halaman 29 buku tersebut.
Benteng Kedung Cowek termasuk aset Belanda yang sempat jatuh ke tangan Jepang. Dari benteng Kedung Cowek itulah, para pejuang bisa menembak jatuh pesawat yang dinaiki Brigjen Guy Loder Symonds.
Pesawat itu jatuh di sekitar pantai timur Surabaya setelah ditembak dari Kedung Cowek. Informasi yang didapat Ady menyebutkan, saat itu para pejuang berhasil memodifikasi meriam pantai menjadi meriam antiudara.
''Dari hasil penelusuran yang saya dapat, jaring para nelayan di sekitar lokasi hingga awal 1990-an masih sering kecantol besi yang sepintas mirip bangkai pesawat,'' ujar Ady.
Memang jatuhnya pesawat Guy Loder itu masih menjadi perdebatan. Inggris yang tak mau malu menyebut pesawat itu jatuh karena kerusakan. Yang jelas, perlawanan pejuang di Surabaya yang mengakibatkan Guy tewas membuat Inggris makin kalap.
Meriam dan peluru yang awalnya ditembakkan ke berbagai sisi sempat difokuskan ke benteng Kedung Cowek.''Sampai saat ini, bekas-bekas peluru itu masih tersisa,'' terang Ady sambil menunjukkan video bekas tembakan-tembakan di benteng Kedung Cowek.
Benteng Kedung Cowek akhirnya memang jatuh ke tangan Inggris. Berdasar catatan Inggris dalam Public Record Office Ref No 172/6965 X/5 1512, disebutkan di Kedung Cowek saat itu ditemukan 400 ton amunisi meriam yang belum sempat digunakan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
