
GKJW Jemaat Peniwen
Usai kebaktian tahun baru, bunyikan lonceng dengan jumlah tahun merupakan tradisi yang dilakukan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Peniwen, Kromengan di Kabupaten Malang. Cara unik dalam merayakan malam pergantian tahun itu sudah dilakukan sejak 1930.
Dian Ayu Antika Hapsari, Malang
JawaPos.com - Suasana GKJW Jemaat Peniwen, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang tampak sibuk ketika JawaPos.com mengunjunginya, Senin (31/12). Kesibukan jelas terlihat di dalam ruangan gereja dan kantor-kantor yang ada di dekat gereja.
Jelas saja, karena tengah mempersiapkan kebaktian malam pergantian tahun. Kesibukan di desa dengan 90 persen penduduk pemeluk Nasrani itu, tidak hanya saat malam pergantian tahun saja.
Memasuki bulan Desember, para jemaat sudah disibukkan dengan aneka perayaaan Natal. Bahkan, totalnya ada 52 perayaan Natal di desa ini. Sangat sibuk ya.
Tidak ingin mengganggu kesibukan para jemaat menyiapkan kebaktian malam pergantian tahun, JawaPos.com berjalan-jalan ke sekeliling gereja. Gereja ini asri, sejuk, dengan langit-langit tinggi dan penuh arsitektur kayu. Bangunannya khas zaman Belanda.
Berdasarkan cerita, gereja ini dibangun sejak tahun 1900-an oleh warga Peniwen asli. Sehingga yang membangun bukan Belanda.
Salah satu ikon yang cukup menarik di gereja ini adalah, lonceng yang berada di menara dengan tinggi sekitar 15 meter.
Pendeta GKJW Jemaat Peniwen Andriono Cipto Santoso menjelaskan, lonceng ini sudah ada sejak tahun 1930. Lonceng legendaris ini adalah benda yang diberikan oleh Belanda alias hadiah.
"Sampai sekarang masih ada dan masih kami gunakan," kata dia kepada JawaPos.com, di gereja.
Andriono menjelaskan, lonceng itu bukan hanya digunakan untuk memanggil jemaat ketika akan dilaksanakan kebaktian saja. Melainkan juga digunakan dalam perayaan pergantian tahun.
Tradisi unik saat pergantian tahun di gereja ini, dilakukan usai para jemaat melakukan kebaktian. Mereka membunyikan lonceng. Ada batu tersusun membentuk anak panah menunjuk jalan menuju ke lonceng ini.
Keunikan tradisi yang dilakukan, bukan karena bunyi lonceng legendarisnya. Melainkan pada jumlah bunyi lonceng. Dimana lonceng akan dibunyikan sesuai dengan jumlah tahun, misalnya 2019. Maka lonceng dibuyikan sebanyak 2019 kali.
Uniknya lagi, hal itu tidak dilakukan secara otomatis dengan mesin. Melainkan dilakukan secara manual. Pendeta Ariono menjelaskan, para jemaat berberis dan membunyikan lonceng.
"Tradisi ini sudah ada sejak adanya lonceng itu. Jadi semua jemaat berbaris dan membunyikan. Siapa saja boleh ikut. Bahkan Mbak juga boleh," kata sang pendeta dengan senyum kepada JawaPos.com.
Membunyikan lonceng ini, bukan semata untuk melestarikan tradisi yang sudah berlangsung sejak puluhan tahun. Melainkan juga untuk pengingat bahwa tahun mendatang harus lebih baik. "Kami berharap, semakin baik ri tahun depan. Kami bunyikan tepat di malam pergantian tahun," tegas dia.
Suasana di Desa Peniwen ini cocok untuk melewati malam pergantian tahun dengan suasana yang tenang. Jauh dari hiruk pikuk kota, kebisingan kendaraan dan asap knalpot.
Ah, suasana nyaman ini bikin tenang. Sawah hijau terhampar memanjakan penglihatan. Ditambah lagi gunung yang menjulang tinggi di depan mata; dan udara segar yang menggelitik hidung.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
