Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Januari 2017 | 14.51 WIB

Anak Meninggal, Budiawan Abdikan Diri Jadi Porter di RS Cipto Mangunkusumo

TULUS IKHLAS: Budiawan membawa sejumlah kebutuhan operasi pasien cangkok hati di RSCM. Sudah lebih dari setahun dia mengabdikan diri menjadi porter di rumah sakit itu. - Image

TULUS IKHLAS: Budiawan membawa sejumlah kebutuhan operasi pasien cangkok hati di RSCM. Sudah lebih dari setahun dia mengabdikan diri menjadi porter di rumah sakit itu.

Kehilangan buah hati menjadi energi besar bagi Budiawan untuk berbuat kebajikan. Tak ingin orang lain mengalami kesulitan seperti dirinya saat mendampingi operasi anak, dia rela menjadi porter di RS Cipto Mangunkusumo. Sudah ratusan keluarga pasien yang dibantunya.



SAHRUL YUNIZAR, Jakarta



Matahari masih belum beranjak dari peraduan. Kota Jakarta masih temaram. Tapi, kesibukan sudah tampak di ruang operasi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).


Minggu pagi (15/1) itu adalah jadwal operasi bagi Bagas Bramantyo. Bayi mungil asal Bekasi berusia sepuluh bulan itu tengah berjuang melawan penyakit atresia bilier (gangguan saluran empedu pada hati). Ikhtiar penyembuhannya hanya satu, cangkok hati. Rencananya, hati Bagas dipotong, lalu diganti sebagian hati ibunya, Puji Lestari.


Budi Kristiawan, ayah Bagas, tampak gelisah. Anak dan istrinya akan menjalani operasi besar dalam waktu bersamaan. Hatinya dag-dig-dug. Jangankan mengurus segala kebutuhan operasi, berpikir tenang pun bukan perkara gampang untuknya.


Untung, ada Budiawan di sampingnya. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online itu sejak dini hari telah menembus udara dingin Kabupaten Bogor. Dengan sepeda motor matiknya, dia menempuh jarak tak kurang 50 kilometer dari rumahnya di Cibinong menuju Jakarta. Tujuannya, mendampingi Budi dan keluarganya serta mengurus segala keperluan operasinya.


Sekitar pukul 07.00 Bagas masuk ruang operasi. Puji Lestari yang menjadi pendonor masuk ruang operasi lebih dulu. Budiawan turut mendampingi keduanya. Bersama Budi Kristiawan, dia duduk di kursi tunggu ruang operasi.


Agar tidak terlalu cemas, Budiawan membuka obrolan. Dari balik masker, suara ayah dua anak itu terdengar jelas. ”Kalau perlu apa-apa, hubungi saya saja, Pak,” kata dia kepada Budi. Perkataan tersebut dibalas anggukan.


Tidak lama kemudian, telepon genggam Budiawan berdering. Dokter yang tengah mengoperasi Bagas meminta bantuan. Pria 30 tahun itu lantas pamit kepada Budi dan Jawa Pos yang ikut mendampingi keluarga pasien. ”Saya ambil darah dulu,” ucap Budiawan.


Dokter rupanya meminta Budiawan bertolak ke bank darah PMI Jakarta. Entah Bagas atau ibunya yang membutuhkan tambahan darah. Berbekal kotak pendingin darah, Budiawan bergegas berangkat.


Sepeda motor yang sehari-hari dipakai ngojek dia bawa membelah jalanan ibu kota. Tiga puluh menit berselang, Budiawan sudah kembali. Berjalan melintasi lorong RSCM, dia kemudian masuk ruang operasi. Begitu keluar, dia tampak lega. Tidak lagi terlihat cemas. Dia lantas menghampiri Jawa Pos dan Budi lagi.


Tapi, belum lama duduk di ruang tunggu, telepon genggam Budiawan kembali berdering. Kali ini dia dapat perintah mengambil obat yang sudah disiapkan di ruangan lain. ”Sebentar ya,” kata dia, lantas berjalan.


Lima belas menit kemudian dia kembali. Budi yang melihat Budiawan hilir mudik mengurus operasi anak dan istrinya berkali-kali menghela napas panjang untuk meredakan ketegangan. ”Untung ada Pak Budiawan yang membantu. Terima kasih, Pak,” ucapnya kepada Budiawan yang menyambutnya dengan senyum.


Begitulah Budiawan. Dia adalah satu di antara sejumlah relawan yang mengabdikan diri di RSCM. Tugasnya ialah mendampingi keluarga pasien yang naik meja operasi. Termasuk mengambilkan dan mengantarkan kebutuhan operasi yang dipesan dokter di ruang operasi. Dia sudah hafal di mana berbagai keperluan operasi itu berada.


Lantaran bukan karyawan RSCM, Budiawan biasa disebut porter obat. Tapi, dia lebih senang disebut relawan. Sebab, niatnya mengambil tawaran RSCM menjadi porter bukan mencari uang, melainkan mengabdikan diri. ”Saya sudah janji sama diri saya sendiri untuk membantu keluarga pasien. Saya tidak ingin keluarga pasien mengalami seperti saya,” ucap dia.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore