
Heru Nurcahyo menunjukkan minyak gosok yang dibuat dari bawang merah, Rabu (18/1).
JawaPos.com - Selama ini, bawang merah lebih dikenal sebagai bumbu wajib masakan. Namun di tangan dosen Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tegal, bawang merah dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat minyak gosok, aromaterapi.
K. ANAM SYAHMADANI
PEMBUATAN minyak gosok dari bawang merah, merupakan hasil penelitian yang diketuai oleh Heru Nurcahyo SFarm MSc Apt, dengan anggota tim peneliti Purgiyanti dan Tri Indah Galeri. Saat ditemui di Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) PHB, Rabu (18/1), Heru yang juga menjabat sebagai Kepala Program Studi Farmasi menceritakan panjang lebar.
Pihaknya sengaja memanfaatkan kearifan lokal dari Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes sebagai ide penelitian. Bawang merah dipilih karena berdasarkan pengalaman, orang tua sering menggunakannya untuk pengobatan tradisional. Untuk membuat sebuah minyak gosok, dibutuhkan 500 sampai 700 gram bawang merah.
"Bawang merahnya adalah bawang merah yang tertua, biasanya yang untuk bibit. Kenapa yang tertua, karena diperkirakan kandungan minyak atsirinya paling tinggi," ujarnya.
Dosen lulusan Universitas Gajah Mada itu melanjutkan, pada prosesnya, bawang merah yang telah disiapkan dipanaskan terlebih dahulu sekitar tiga sampai lima jam, sehingga terjadi sirkulasi. Tujuannya, untuk memisahkan antara air yang terkandung dan minyak atsiri yang ada pada bawang merah.
Minyak atsiri yang dihasilkan dari formula tersebut, rata-rata sebanyak 10 miligram. Setelah itu, dimurnikan dengan menggunakan bahan kimia, serta dikombinasikan dengan zat tambahan seperti Mentol, Camphor, Olive Virgine Oil, dan Minyak kelapa.
Dengan demikian, bisa menjadi aromaterapi. Setelah itu, dilakukan pengujian sifat fisik, baik derajat kesamaan (pH), warna, bau, dan rasa, serta stabilitas agar aman dan layak digunakan. "Kemarin, saya masuk angin, dan mencoba minyak gosok tersebut untuk digosokkan ke leher. Alhamdulillah, besoknya sehat kembali," imbuh Ketua P3M PHB Dairoh MSc.
Heru mengemukakan, selain masuk angin, minyak gosok tersebut bisa untuk mengatasi mual dan keseleo. Juni 2016 lalu, minyak gosok yang diberi nama Friend Care tersebut telah diajukan hak patennya ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Menurut suami dari Iin Widyastuti itu, penelitian ini merupakan upaya memunculkan kearifan lokal, menjadi produk yang bisa bermanfaat secara nasional. "Ke depan, kami merencanakan pengajuan produksi, kemudian membuat industri kecil untuk usaha bersama. Ini juga untuk memacu mahasiswa berwirausaha," terang ayah dari Fatih Cahya Fadillah dan Faqih Cahya Al Ghazali ini. (fat/yuz/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
