KAYA PRESTASI: Jasmine Wily Saphira (kanan) dan tim meraih juara ketiga di 10th National Programing dan logic Competition (25/2). Jasmine menerima pinangan kampus dari Kanada.
Hal itu pula yang dilakukan oleh Jasmine Willy Saphira. Pelajar SMAN 2 Kediri yang diterima di 8 universitas dari empat negara. ’’Saat itu saya iseng cek e-mail ketika akan berangkat perjalanan ke luar kota untuk lomba, jadi cukup kaget pas tahu,” kata Jasmine saat dihubungi kemarin (10/7).
Remaja 18 tahun itu diterima di University of Toronto (Kanada), Wageningen University and Research (Belanda), dan lima kampus di Australia. Kelimanya adalah University of Sydney, University of New South Wales, University of Western Australia, University of Queensland, dan Monash University. ’’Itu yang lolos, tapi ada juga yang nggak lolos kayak MIT sama University of Chicago,” tutur perempuan asal Kediri tersebut.
Di SNBP, Jasmine kembali diterima di STEI-K Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah mempertimbangkan dengan matang, dia menjatuhkan pilihannya pada University of Toronto kampus Scarborough dengan program studi co-op computer science.
’’Di sana memungkinkan saya untuk bekerja selama masa studi karena memang diharuskan tiga kali kerja dengan durasi per kerja empat bulan. Jadi, semacam work integrated learning,” jelasnya.
Menempuh pendidikan di luar negeri sudah menjadi impian Jasmine sejak di bangku kelas VI sekolah dasar. Massachusetts Institute of Technology (MIT) adalah dream shcool dia. Namun, mimpi itu kurang didukung sang ayah lantaran ekonomi keluarga kurang memadai. ’’Saya sudah berdamai dengan mimpi saya kala itu, meski masih bertekad,” lanjutnya.
Jasmine berhasil mendapat beasiswa yang sama dengan Randika. Yakni, BIM untuk program S-1 di luar negeri. Mulai biaya pendidikan hingga biaya hidup sudah ditanggung. ’’Ortu dan kedua adik saya senang, lega, dan bangga mendengarnya,” ungkapnya.
Jasmine menyebut tak ada strategi khusus untuk lolos di kampus luar negeri. Hanya, sejak bermimpi kuliah di MIT, dia banyak mencari tahu kriteria pelajar yang diterima kampus tersebut. Yakni, siswa yang well-rounded.
"Jadi, dari jenjang SMP saya ikut organisasi seperti OSIS dan ikut banyak kegiatan seperti KIR (karya ilmiah remaja), storytelling (mendongeng), dan speech (pidato). Di SMA juga demikian, termasuk ikut student exchange,” bebernya. (*/c17/ttg)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
