
PULUHAN MEDALI: Angga Syafrianto (tengah) beraksi di sela-sela mengajar anak didiknya untuk persiapan kenaikan tingkat.
Taekwondo sudah mendarah daging dalam diri Angga Syafrianto. Berangkat dari hobi menggerakkan kaki dengan lihai, Angga mendirikan Delta Club. Banyak prestasi yang lahir.
NURUL KOMARIYAH
POSTURNYA tak terlalu tinggi, 168 sentimeter. Namun, kakinya begitu lincah bergerak ke berbagai arah. Tendangan cangkul, memutar, hingga terbang diperagakan dengan gesit.
Angga Syafrianto tidak mampu melepaskan pikiran dan hati dari taekwondo. Olahraga bela diri asal Korea itu menjadi passion utama.
”Bukan cuma cari keringat. Di sini ada prestasi,” ungkap lelaki kelahiran 1989 tersebut. Angga kini menyandang sabuk hitam Dan 3.
Angga berkisah, dirinya mulai aktif bela diri taekwondo sejak 2007. Tepatnya saat menjadi mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Lulus kuliah pada 2011, dia hijrah ke Jakarta untuk bekerja. Di ibu kota, dia bergabung dengan klub taekwondo bernama Delta Club Jakarta.
Empat tahun kemudian, tepatnya November 2015, Angga membuka klub di Kota Pudak. Dia mendirikan Delta Taekwondo Academy Gresik. Modalnya berasal dari dana pribadi.
”Perizinan kepada Delta Pusat Jakarta waktu itu cukup mudah. Di antaranya, bersabuk hitam dan punya lisensi serta sertifikasi kepelatihan,” terang lelaki yang pernah sebelas tahun tinggal di Merauke tersebut.
Kali pertama berdiri, klub itu hanya punya tiga siswa. Seorang keponakan sendiri. ”Tiga lainnya adalah teman keponakan saya,” tutur pemilik berat badan 63 kilogram itu lantas tersenyum.
Promosi lewat brosur dan media sosial cukup membantu. Dalam sebulan, siswa Delta Taekwondo Academy bertambah menjadi 20 orang.
Tantangan berikutnya adalah mempersembahkan prestasi bagi Kota Giri. ”Waktu itu kami sangat ingin dapat emas buat Gresik. Sebab, selama ini terlihat masih sulit,” ujarnya.
Pada Maret 2016, Angga memboyong 15 siswa untuk mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jatim di Gresik. Itulah laga perdana bagi klub tersebut. Hasilnya cukup gemilang.
Mereka merebut empat emas. Pada berbagai kejuaraan lain, perolehan emas tak pernah lepas. Termasuk pada gelaran Piala Gubernur di DBL Surabaya awal Desember lalu.
Tiga belas emas dibawa pulang dengan bangga. Capaian prestasi itu dilirik PT Semen Indonesia. Perusahaan tersebut resmi mengakuisisi Delta Taekwondo Academy sejak Oktober lalu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
