
JARAK JAUH: Konsultan burung Iwan ”Londo” Febrianto (kanan) dan Cipto Dwi Handono mengamati perilaku burung liar Rabu (12/4) di KBS.
Iwan menerangkan, observasi burung tidak bisa dilakukan dalam hitungan jam. Dua puluh tahun silam, dia menghabiskan waktu seharian selama sebulan. ”Kalau cuma empat jam, ya tidak banyak yang didapat,” sebutnya.
Meski hanya sebentar, Iwan sudah mengidentifikasi beberapa jenis burung. Di antaranya, kuntul kerbau, kuntul kecil, kuntul besar, kowak kelabu dan merah, merbah cerucuk, jalak kerbau, keladi ulam, tekukur, careo padi, dan cekakak.
Dari seluruh burung itu, yang dianggap pengganggu adalah kowak. Dia menyarankan KBS untuk menangani burung tersebut. Selain mengancam kesehatan satwa, kowak bisa membuat jengkel pengunjung. Sekali terkena kotoran, pengunjung bisa kapok datang lagi ke KBS. (*/c6/oni/sep/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
