
aksi salah satu peserta lomba Vapor
Rokok elektrik kini tengah menjadi tren baru terutama bagi para anak muda masa kini. Menjamurnya para penjual rokok elektrik atau lebih dikenal dengan istilah Vapor ini tidak lepas dari membludaknya para konsumen yang didominasi oleh remaja. Di Gorontalo sendiri, kini terdapat sejumlah komunitas pecinta vapor. Meski telah banyak media yang memberitakan tentang bahaya vapor tak menurunkan minat para penggemar “ngebul” yang terus meningkat hingga saat ini.
Al Farisi – LIMBOTO
Hal ini dimanfaatkan para pelaku bisnis dengan membuka lapak-lapak penjualan rokok elektrik ini dengan aneka macam rasa yang terkandung dalam liquid, yakni cairan perasa yang menjadi salah satu bagian dari vapor ini.
Tak sampai disitu, komunitas pecinta vapor ini bahkan sampai menyelenggarakan even “road to vape”, dimana dalam event tersebut para pecinta vapor saling beradu kemampuan “ngebul”. Even yang diselenggarakan di Lapangan David-Toni Limboto ini pun diaponsori langsung oleh pemerintah Kabupaten Gorontalo.
Dilansir dari Gorontalo Post (Jawa Pos Group), Sabtu (4/2) malam, para peserta event menunjukan kemampuan mereka masing-masing dalam meniupkan asap rokok elektrik (ngebul). Terlihat para peserta membentuk kepulan asap dengan bentuk lingkaran yang berjumlah banyak sehingga memukau para penonton hingga para juri.
Wawan Sadega, salah satu peserta lomba, saat diwawancarai Gorontalo Post mengatakan, dirinya dan para pecinta vapor lainnya sangat berterima kasih kepada pemerintah Kabgor yang telah mendukung even tersebut.
Menurutnya, vapor merupakan salah satu alternatif yang lebih aman bagi para pecandu rokok batangan, karena tidak mengandung nikotin.
“Sudah satu tahun saya berhenti merokok dan sudah beralih ke vapor karena lebih aman,” ujar anggota salah satu komunitas Vapor ini.
Ketua Panitia event “road to vape”, Mohammad, saat diwawancarai mengatakan, event ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi dan tempat berkumpulnya seluruh komunitas vapor yang ada di Gorontalo.
“Dalam event ini kami menghadirkan bintang tamu dari luar kota yang memiliki kemampuan luar biasa dalam penggunaan vapor ini, mereka menjadi dewan juri dalam event ini,” jelasnya.
Sementara itu Wakil Bupati Kabupaten Gorobtalo, Fadli Hasan, saat dikonfirmasi mengenai penyelenggaraan even inu menjelaskan, hal ini sebagai wadah untuk membangun energi positif para kaula muda.
“Disini juga kami mensosialisasikan kepada mereka untuk menjauhi yang namanya narkoba serta tindakan-tindakan kriminal yang merugikan,” ujar Fadli.
Dia menambahkan, kedepan pihaknya akan membentuk suatu badan sertifikasi untuk para penjual liquid.
“Di tempat lain pernah ditemukan kandungan narkoba yang dicampurkan pada liquid, untuk itu kami akan mengawasinya dengan membuat sertifikasi melalui Dinas Perdagangan bagi para penjual liquid untuk memenuhi segala ketentuan mengenai kandungan yang ada pada liquid,” tambah Fadli.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kepemudaan, olahraga, dan Pariwisata, Ruslan Tatu, saat diwawancarai Gorontalo Post mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang sudah tren saat ini di kalangan pemuda.
“Kedepan kami akan merencanakan untuk menyelenggarakan event yang berskala Nasional,” kata Ruslan. (hargo/sad/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
