
BUAH TANGAN: Sendita Praswari dan Ferry Dwi menunjukkan kreasi suvenir kaktusnya di teras rumah, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem.
Tidak sekadar kuliah di kampus yang sama di Kota Kediri, Sendita Praswari dan Ferry Dwi Aditya juga berwirausaha. Rintisan pilihan bisnisnya pun unik. Memanfaatkan tanaman kaktus untuk suvenir.
YAYI FATEKA DP, Kediri
SUASANA di sebuah lorong kecil antara dua rumah di Jalan Mataram, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, terasa sejuk dan asri. Ratusan kaktus mungil yang berjajar rapi diletakkan di rak-rak yang terbuat dari kayu.
Bukan hanya kaktus, di lorong itu juga terdapat beragam tanaman dan bunga. Kamis (22/6) sekitar pukul 08.30 WIB hawa masih terasa sangat segar. Ditambah lagi, atap lorong yang berlapis plastik menghalangi sinar matahari masuk terlalu banyak sehingga teduh.
Memang tujuannya begitu. Kaktus-kaktus di bawahnya tak bisa terlalu banyak terpapar sinar matahari. ’’Ini masih sedikit, kami sebenarnya mau pesan lagi. Tapi, petaninya sudah menutup pesanan di sana,’’ terang Sendita Praswari, pengelola rumah hijautersebut.
Ragam kaktus di greenhouse itumilik kekasihnya, Ferry Dwi Aditya. Beberapa sudah dipesan pelanggan. Ada lebih dari 300 jenis kaktus berukuran mini yang terpajang dengan pot dan media tanah juga sekam.
Tak lama kemudian, Ferry datang menyapa. Keduanya adalah pemilik usaha suvenir yang terbuat dari kaktus. Sendi mengakui, usaha itu baru saja mereka mulai. ’’Belum ada setahun, jadi masih baru banget,’’ terang perempuan berambut panjang berusia 20 tahun tersebut.
Saat itu Ferry dan Sendi memikirkan apa yang bisa dilakukan berdua agar waktu tak terbuang sia-sia. Kemudian, mereka melihat kemampuan masing-masing.
Sendi adalah mahasiswa jurusan keuangan di salah satu universitas swasta di Kediri, sedangkan Ferry merupakan mahasiswa akhir jurusan pertanian di universitas yang sama. ’’Saat itu kebetulan saya kuliah juga sambil kerja,’’ terang Ferry.
Dia bekerja sampingan di salah satu perusahaan swasta terbesar di Kediri di bagian taman. Ketika mengerjakan tugas akhir, Ferry sering izin dan hampir kena surat peringatan (SP) dari tempat kerjanya.
Karena itulah, dia kemudian mulai memikirkan usaha apa yang bisa dikerjakan kalau-kalau dipecat. ’’Saya mikir-nya nanti kalau dipecat bayar kuliah pakai apa,’’ucap pria 23 tahun tersebut.
Dalam keadaan seperti itu, Ferry pun memikirkan usaha yang sesuai dengan kesukaan dan keahliannya. Kebetulan dari awal pacaran, Ferry tahu bahwa Sendi penggemar tanaman kaktus. ’’Kalau main ke Malang, pasti yang dicari kaktus,’’ungkap pemuda yang juga bertempat tinggal di greenhouse tersebut.
Sendi menambahkan, dia juga suka hal-hal yang berbau kerajinan tangan. Hingga terciptalah ide membangun usaha suvenir dari kaktus.
Mereka berdua kemudian berburu tanaman kaktus ke Malang. Namun, ternyata di sana mereka tak menemukan petani kaktus. ’’Orang Malang nggak ada yang budidaya, mereka ambil dari petani Lembang,’’ terang mahasiswi asli Purwokerto, Ngadiluwih, itu.
Kemudian, mereka pun mencari informasi tentang petani kaktus di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Setelah dapat, kini petani tersebut menjadi tempat keduanya menyetok kaktus. ’’Ferry juga sudah pernah ke Lembang langsung. Disana tak hanya beli,tapi juga diajari budidaya,’’ terang Sendi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
