
JALANKAN TUGAS: Brigadir Deny Apriandi, Bripka Lucky Dani Rismawan, Brigadir Xin Hua Teosone, dan Brigadir Aziz Mustofa.
Para polisi ini mungkin tidak dibekali keahlian khusus untuk menangkap penjahat. Namun, mereka ada di mana-mana. Jika dibutuhkan, mereka tidak segan untuk beraksi.
DRIAN BINTANG SURYANTO, Surabaya
JALANAN masih terlihat padat. Jam menunjukkan pukul 17.00. Masyarakat berduyun-duyun menuju rumah. Keadaan di depan Taman Bungkul, Surabaya, pun tak lagi lengang.
Jalan penuh kendaraan. Baik yang roda dua maupun empat. Mereka saling menyalip. Memburu waktu untuk segera pulang. ”Nah di saat-saat seperti ini, kami lebih dibutuhkan,” celetuk Brigadir Deny Apriandi sembari menertibkan kendaraan.
Bersama beberapa rekannya, dia berjaga di depan Taman Bungkul Rabu sore (13/9) itu. Dia tidak sendiri. Deny ditemani rekan sesama polantas lainnya. Yakni, Bripka Lucky Dani Rismawan, Brigadir Xin Hua Teosone, dan Brigadir Aziz Mustofa.
Tugas mereka sebenarnya cukup ”mudah”. Mengurai kemacetan. Tentu juga menegur serta menilang orang-orang yang melanggar. Tapi sejatinya, tugas tersebut tak sesederhana itu. Sebab, para polantas tersebut juga harus bersiaga untuk keadaan apa pun. ”Nah, keadaan jalan seperti ini nih pas saya nangkap penjahat,” ucap salah seorang anggota Tim Urai Satlantas Polrestabes Surabaya itu.
Ceritanya, pada 26 Agustus, Deny sedang bertugas di kawasan Ahmad Yani. Sebagai anggota Tim Hoofdbureau Cegah Laka (HCL) Polrestabes Surabaya, saat itu dia berjaga dengan Xin Hua dan Brigadir Agus Salem. Alih-alih mendapatkan pelanggar lalu lintas, mereka malah mendapatkan seorang kurir narkoba.
Saat itu, mereka sedang berdiri di Taman Pelangi. Arah mata mereka terhenti pada salah satu sepeda motor. Honda Beat hitam. Ada yang salah dengan sepeda motor tersebut. ”TNKB-nya diubah tidak sesuai dengan yang seharusnya,” sahut Xin Hua.
Pengendara tersebut mengganti nopol kendaraannya. Awalnya, kendaraan tersebut bernopol G 4694 YU. Namun, huruf dan angka tersebut dicetak berdekatan satu sama lain sehingga membentuk tulisan ”G46 4YU” (gak ayu alias tidak cantik). Pengendara sengaja menghitamkan angka sembilan yang ada di tengah.
Saat dihentikan, pengendara motor yang bernama Afrial Singgih Ari Panji itu seperti tercekat. Tangannya penuh peluh. Dingin. Di bawah terik matahari yang sedang menyengat.
Insting polisi Deny segera bermain. Dia mencium ada hal yang mencurigakan. Senada dengan Deny, Xin Hua lantas mendekati Afrial dan Deny. ”Mas, tolong dibuka jok motornya,” ujar mantan anggota Dalmas Polda Jatim tersebut.
Afrial menolak. Dia diam saja ketika Xin Hua memerintahnya. Tanpa basa-basi, polisi yang sudah bertugas tujuh tahun di lantas itu mencabut kunci motor Afrial. Dia menggunakan kunci tersebut untuk membuka jok motor. ”Kami juga tidak akan kasar kalau tidak ada yang salah di pengendara,” terangnya.
Benar saja, mereka mendapatkan jackpot. Xin Hua dan Deny menemukan seribu butir pil koplo di jok tersebut. Sontak, keduanya melakukan pemeriksaan menyeluruh. Termasuk memeriksa handphone milik Afrial. ”Benar, ternyata dia baru saja kulakan pil koplo,” tambah Deny.
Afrial pun digiring menuju Satreskrim Polrestabes Surabaya. Pria asli Ponorogo tersebut kemudian membuat laporan. ”Ribet juga ya ternyata. Saya harus menunggu sampai sore,” tuturnya, lantas cekikikan.
Bripka Lucky Dani Rismawan juga punya pengalaman mengesankan. Melakukan kejar-kejaran bak film Hollywood. Mantan anggota Dalmas Polda Jatim itu mengalaminya pada Jumat (8/9). Saat itu, dia tengah sibuk mengatur arus lalu lintas.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
