
JUARA: Firman Fathoni sedang merangkai robot.
Sejak belia, Firman Fathoni sudah kesengsem pada teknologi informasi. Kecintaannya itu membuahkan berbagai prestasi. Mulai bidang robotika, sistem informasi, hingga temuan berbagai aplikasi.
EDI SUSILO, Surabaya
ROBOT berbentuk mobil terlihat unik. Pada beberapa bagian, bentuknya malah terkesan nyeleneh. Di bagian roda misalnya. Ban itu bukan berwujud lingkaran tunggal yang masing-masing diberi ”cincin” karet. Pada robot garapan Firman Fathoni, ”cincin” karet itu menyatukan dua roda yang masing-masing nyantol pada porosnya. Bentuknya jadi mirip roda tank.
Tubuh robot disesaki rangkaian kabel yang menjulur-julur. Saling melekat pada komponen yang sebagian besar terlihat bekas solderannya. Bagian robot yang paling atas dilengkapi semacam keranjang aluminium yang berbentuk mangkuk. ”Nanti robot mengangkut kaleng di keranjang ini,” kata pelajar kelas VIII-C SMPN 1 Surabaya tersebut, Kamis (28/9).
Ya, robot karya bocah kelahiran 6 September 2003 itu memang tidak diciptakan untuk tampil modis atau gaya-gayaan. Robot yang mampu menyabet juara I di ajang Singapore Robotic Games kategori School Robotic pada Januari 2017 tersebut dirancang khusus untuk kompetisi halang rintang.
Selain desain, faktor lain yang sangat menentukan adalah keahlian merancang sistem gerak robot. Sebab, dalam kompetisi itu, robot dijalankan bukan dengan remote control. Robot berjalan sendiri secara otomatis dengan menggunakan bahasa pemrograman.
Menggunakan laptop berwarna peraknya, putra Seno Yunarwanto-Frida Nirmala itu menunjukkan sistem robot tersebut. Pada komputer jinjing itulah, terlihat kepiawaian Firman meracik otak si robot.
Membuka sebuah folder, Firman menunjukkan coding atau sistem kode program yang dibuatnya. Tulisan yang berjejer, berderet ke samping, tersebut terlihat sangat rumit. Terdiri atas susunan singkatan, kalimat berbahasa Inggris, yang ditaburi angka di beberapa bagian. Sangat sulit dipahami orang awam.
”Ini namanya C language, Mas. Bahasa pemrograman. Bingung ya?” terangnya sambil terkekeh. Pembuatan program tersebut memang cukup sulit dipahami secara instan. Firman mengakui bahwa lebih mudah merancang sebuah robot daripada harus membuat sistemnya.
Pada jajaran bahasa pemrograman itu, Firman mulai menjelaskan sedikit demi sedikit beberapa bagian. Kode ff, misalnya. Kode tersebut bertujuan untuk membaca perempatan yang ada pada garis lintasan robot. Kode fl untuk bergerak ke kiri dan fr untuk bergerak ke kanan.
Seluruh arahan kode tersebut tersambung langsung pada sensor yang diletakkan di bagian depan robot. Total, robot pengambil kaleng milik Firman punya delapan sensor. Setiap sensor memiliki tugas untuk membaca respons tertentu.
Berkat kecakapan mengonsep program tersebut, robot miliknya mampu memboyong dua kaleng dalam waktu enam menit. Perolehan itu merupakan yang paling unggul jika dibandingkan dengan kontestan lain yang hanya mampu membawa satu kaleng.
Prestasi gemilang yang didapatnya dalam kompetisi tersebut tidak dilalui Firman dengan cara singkat. Ada proses panjang di balik kesuksesannya tampil menghadapi puluhan peserta yang berasal dari Indonesia, Singapura, dan Tiongkok itu. ”Semua prestasi ini berkat kerja keras. Terutama giat berlatih untuk memperbaiki skill pemrograman,” jelasnya.
Firman belajar bahasa pemrograman sejak kelas VI SD. Hampir setiap hari bocah penggemar sepak bola itu meluangkan waktu untuk mempelajari seluk-beluk pemrograman. Mulai variasi program, merangkai rumus, hingga mengasah kecepatan dalam merampungkan program yang dibuat.
Kecepatan itu sangat penting. Sebab, pada setiap lomba, panitia selalu mengeluarkan lintasan baru. Tiap lomba berbeda. ”Nah, program baru itu harus mampu dibuat sebelum perlombaan dimulai,” terangnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
