alexametrics

Bahasa Kalbu di-Remake Raisa, Titi DJ Kenang di Balik Penulisan Lagu

21 November 2020, 17:01:38 WIB

JawaPos.com – Lagu Bahasa Kalbu sempat ngehits di tangan penyanyi Titi DJ. Era 90-an, lagu tersebut sukses besar dan menjadi soundtrack sinetron berjudul Cinta. Albumnya sendiri dengan judul yang sama juga sukses, berhasil mendapat penghargaan double platinum dan sempat memenangkan 5 penghargaan Anugerah Musik Indonesia Awards 1999.

Tahun ini, lagu tersebut kembali dibawakan oleh penyanyi Raisa. Proses rekaman lagu ini dilaksanakan pada Maret 2020 dan lagunya sudah dapat dinikmati melalui platform musik digital sejak 28 Agustus lalu.

Titi DJ senang sekaligus bangga lagu Bahasa Kalbu yang sempat ngehits di tangannya dibawakan ulang oleh Raisa. Dia mengaku lagu ini sudah sempat kurang dikenal oleh generasi muda. Namun dengan dinyanyikan ulang oleh Raisa, banyak anak milenial jadi tahu kalau lagu ini ternyata lagu miliknya.

“Banyak juga anak remaja yang baru tahu lagunya. ‘Oh ini lagu Mami Titi’ gitu. Jadi setelah dinyanyikan Raisa itu lebih lebar lagi pendengar lagunya, ke anak-anak yang lebih muda lagi. Senang deh,” kata Titi DJ saat ditemui di bilangan Tendean Jakarta Selatan.

Lagu ini sangat berkesan bagi Titi DJ. Selain dia adalah penyanyinya, lirik lagunya juga dia yang ciptakan. Saat lagu ini diciptakan, liriknya merupakan gambaran perasaan Titi kala itu.

“Arti lagu itu buat saya sangat berarti. Waktu itu kan bikinnya juga terinspirasi dari perasaan yang dirasakan saat itu dari pristiwa yang terjadi saat itu. Kita kan bikin lagu bisa datang dari apa yang kita alami,” kata Titi DJ.

Selain terinspirasi dari perasaannya, pemilihan kata dari lagu ini juga sempat terinspirasi dari majalah yang dibacanya ketika itu. “Jaman saya kan masih sering baca majalah, sekarang enggak lagi,” ujarnya.

Titi DJ lebih lanjut mengatakan, dia cukup puas menciptakan lagu Bahasa Kalbu karena menggambarkan perasaannya. Dia merasa paling nyaman menciptakan lagu yang terinspirasi perasaannya sendiri karena dia yang mengalaminya secara langsung.

“Nulis lagu dari pengalaman sendiri paling aman. Karena kita yang tahu seperti apa rasanya, bagaimana harus nulisnya. Kalau dari cerita orang kan takutnya banyak salah,” tuturnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Abdul Rahman



Close Ads