Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Desember 2019 | 04.37 WIB

Band Project Bentukan Personel Ungu Rilis Single Terbaru

The Row merilis single terbaru, Sakitnya Hatiku. The Row pun sekaligus mengumumkan perombakan personel hingga perubahan genre musik dari EDM ke pop rock. (Istimewa) - Image

The Row merilis single terbaru, Sakitnya Hatiku. The Row pun sekaligus mengumumkan perombakan personel hingga perubahan genre musik dari EDM ke pop rock. (Istimewa)

 JawaPos.com - Salah satu personel grup Band Ungu, Rowman, sempat membuat grup musik project The Row. Setelah cukup lama tidak terdengar kabarnya, The Row kini muncul dengan single terbaru bertajuk Sakitnya Diriku.

Lagu Sakitnya Diriku mengusung tema putus cinta. Menceritakan tentang ketulusan seorang lelaki dalam mencintai perempuan yang ternyata dia sudah memiliki hubungan dengan orang lain. Rowman berharap single Sakitnya Hatiku bisa dinikmati para penggemarnya serta masyarakat luas.

"Kami berharap semua penikmat musik Indonesia khususnya fans The Row menyukai konsep kami yang baru. Dan yang pernah merasakan hubungan seperti ini, dapat menikmati lagunya dan menjadi lagu pilihan mereka," ucap Rowman dalam rilis pers yang diterima JawaPos.com, Rabu (4/12).

Selain merilis single baru, The Row secara resmi juga mengumumkan perubahan genre musiknya. Jika di awal ia dibentuk mengusung genre EDM (electronic Dance Music), kini The Row memproklamirkan diri sebagai Band Pop Rock. Genre lagu ini sangat mencerminkan passion Rowman dalam bermusik.

Tak hanya mengubah genre musik, The Row juga membuat kejutan untuk para penggemarnya dengan membongkar formasi personel. Rowman kini menggandeng personel baru untuk menggantikan personil lama yang dinilai tidak sesuai dengan konsep musik barunya.

Personel The Row yang baru adalah Bima Wibisono Putra atau akrab disapa Bima (gitaris) dan Ahmad Sabar Nainggolan atau biasa dipanggil Olland (vokalis). Rowman mengaku perombakan tersebut diambil The Row setelah melewati proses yang cukup panjang.

"Untuk perubahan ini membutuhkan sebuah proses diskusi dengan anggota lama ataupun baru. Kami juga mendiskusikannya dengan label tempat kami bernaung," ungkap Rowman.

Lebih lanjut diungkapkannya, mengubah genre dari Elektro Dance Music (EDM) menjadi genre Pop Rock dinilainya memiliki keuntungan tersendiri. Rowman menganggap genre musik ini bisa menjadi alternatif bagi kaum milenial.

"Karena belum ada yang berani untuk kembali memainkan musik Pop Rock yang kami bawakan. Dan ini adalah suatu kesempatan yang kami tawarkan untuk anak millennial," terang Rowman.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore