
Dewa Budjana./Abdul Rahman
JawaPos.com - Dewa Budjana termasuk sahabat yang ikut mengantarkan Pengamat Musik Bens Leo ke dalam peristirahatan terakhir di TPU Menteng Pulo Jakarta Selatan, Senin (29/11).
Dia sengaja meluangkan waktu memberikan penghormatan terakhir di pemakaman setelah sekitar bulan lalu dia diminta untuk bertemu namun Dewa Budjana tidak bisa. Sebab kala itu ia sedang berada di luar kota.
"Salah satu penyesalan saya tidak bisa memenuhi undangan Mas Bens untuk bertemu. Katanya dia mau menyerahkan buku dan mau foto bareng. Karena di dalamnya juga ada foto saya," ungkap Dewa Budjana di pemakaman.
Baginya, Bens Leo bukan sekedar pengamat musik. Ia adalah sahabat yang memiliki kepekaan tinggi pada teman-teman sesama musisi yang sedang mengalami kesulitan. Dewa Budjana mengaku sering diajak jalan bareng untuk membantu rekan musisi yang sedang membutuhkan bantuan.
"Tokoh luar biasa. Beliau salah satu tokoh yang tidak pernah marah. Beliau perhatian sekali sama musisi yang lagi kesulitan," ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan, baik sebagai pengamat musik ataupun sebagai wartawan, Bens Leo memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan dunia musik di tanah air.
Dewa Budjana masih ingat betul akan peristiwa yang terjadi tahun 1985 silam. Kala itu Bens Leo berkirim surat dan memintanya untuk bertemu mau wawancara.
"Saya tidak akan pernah bisa lupa, pertama kali saya main band, beliau kirim surat ke saya. Tahun 1985 saya ketemu dan saya masih simpan fotonya," bebernya.
Selain itu, sosok Bens Leo menurut Dewa Budjana juga masih aktif sebagai juri sampai akhir hayatnya. "Juri dari tahun berapa gitu, saya juga sempat dijuriin. Dan sampai sekarang masih jadi juri. Beliau juri sepanjang masa kalau saya bilang," paparnya.
Sebelumnya, Nini Sunny selaku sahabat sekaligus kerabat membenarkan Bens Leo meninggal akibat Covid-19. "Iya (Covid). Saya tidak bisa bicara banyak karena saya tidak mewakili keluarga," katanya kepada JawaPos.com melalui sambungan telepon.
Bens Leo meninggal dunia hari ini sekitar pukul 08.24 WIB tadi pagi. Ia menghembuskan napas terakhir di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.Ia masuk rumah sakit sekitar tanggal 21 November 2021. Meski dirawat intensif di rumah sakit, saturasi oksigennya kerap naik turun.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
