
Tiga personel Warkopi enggan menanggapi keberatan Indro dan Lembaga Warkop DKI terkait pemunculan mereka di dunia hiburan yang mengatasnamakan Dono, Kasino dan Indro.(Abdul Rahman/ JawaPos.com)
JawaPos.com — Permasalahan antara Lembaga Warkop DKI dan manajemen Warkopi sepertinya belum ada penyelesaian terbaik sampai sekarang. Kedua belah pihak seperti memegang teguh keberanan yang diyakini masing-masing.
Personel Warkopi yaitu Alfin, Sepriadi, dan Alfred memilih irit berbicara ketika disinggung terkait permasalahan yang cukup serius dengan Indro dan Lembaga Warkop DKI. Mereka mengaku akan tetap menjaga hubungan baik dengan siapapun.
Akan tetapi mengenai permasalahan yang kini sedang bergulir, mereka tidak mau terlalu ikut campur sudah ada manajemen yang mengurusinya. Sebagai talent, mereka memasrahkan sepenuhnya permasalahan untuk diurusi oleh pihak manajemen.
“Mungkin selama ini masih baik-baik saja karena manajemen komunikasi via email. Saya enggak mau menjawab lebih karena takutnya salah,” ucap Alfin saat ditemui di bilangan Pesangrahan Jakarta Selatan Rabu (22/9).
Personel Warkopi mengku permasalahan ini sedang ditangani oleh manajemen yang menaunginya. Dalam beberapa waktu mendatang, pihak manajemen kemungkinan akan memberikan penjelasan langsung kepada awak media. “Biar nanti manajemen yang menerangkan semuanya,” katanya.
Photo
Personel Warkopi yaitu Alfin, Sepriadi, dan Alfred. (Istimewa)
Sebelumnya, manajemen Warkop DKI yang hak kekayaan intelektual (HAKI) dipegang oleh anak-anak mendiang Dono, Kasino dan Indro, kompak menyatakan keberatan atas munculnya Warkopi yang tidak meminta izin terlebih dahulu. Manajemen Warkop DKI keberatan lantaran Alfin, Sepriadi, dan Alfred mengatasnamakan Dono, Kasino dan Indro dan meniru gaya ala Warkop DKI.
Keberatan mereka c ukup beralasan mengingat manajemen Warkop DKI kini terikat perjanjian eksklusif dengan Falcon Pictures untuk keperluan pembuatan film Warkop dan series. Manajemen Warkop pun mendapatkan teguran keras atas pemunculan tiga anak muda yang mengatasnama Dono, Kasino dan Indro.
“Tindakan dari Warkopi telah mengakibatkan Lembaga Warkop DKI dirugikan akibat mendapatkan pertanyaan dan keberatan dari PT Falcon sebagai pihak yang memiliki perjanjian eksklusif dengan Lembaga Warkop DKI. Dimana PT Falcon telah diberikan hak untuk menggunakan, termasuk juga hak komersial dari Warkop DKI,” kata Hanna, putri Kasino, dalam jumpa pers virtual Senin (20/9).
Hanna menegaskan pihaknya tidak bermaksud memasung kreativitas ketiga personel Warkopi untuk berkreasi. Yang mereka sayangkan Warkopi tidak meminta izin sama sekali kepada manajemen. Sementara mereka menggunakan nama Dono, Kasino dan Indro serta menggunakan gaya komedi mirip mereka.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
