
Hanna, putri Kasino./tangkapan layar
JawaPos.com - Manajemen Warkop DKI yang hak kekayaan intelektual (HAKI) dipegang oleh anak-anak mendiang Dono, Kasino dan Indro, kompak menyatakan keberatan atas munculnya Warkopi yang tidak meminta izin terlebih dahulu. Manajemen Warkop DKI keberatan lantaran Alfin, Sepriadi, dan Alfred mengatasnamakan Dono, Kasino dan Indro dan meniru gaya ala Warkop DKI.
Keberatan mereka cukup beralasan mengingat manajemen Warkop DKI kini terikat perjanjian eksklusif dengan Falcon Pictures untuk keperluan pembuatan film Warkop. Manajemen Warkop pun mendapatkan teguran atas pemunculan tiga anak muda yang mengatasnama Dono, Kasino dan Indro.
“Tindakan dari Warkopi telah mengakibatkan Lembaga Warkop DKI dirugikan akibat mendapatkan pertanyaan dan keberatan dari PT Falcon sebagai pihak yang memiliki perjanjian eksklusif dengan Lembaga Warkop DKI. Dimana PT Falcon telah diberikan hak untuk menggunakan, termasuk juga hak komersial dari Warkop DKI,” kata Hanna dalam jumpa pers virtual Senin (20/9).
Putri Kasino itu tidak bermaksud memasung kreativitas ketiga personel Warkopi untuk berkreasi. Yang mereka sayangkan, Warkopi tidak meminta izin sama sekali kepada manajemen. Sementara mereka menggunakan nama Dono, Kasino dan Indro serta menggunakan gaya komedi mirip mereka.
Lebih lanjut dinyatakan Hanna, pihak Falcon Pictures meminta manajemen Warkop DKI untuk menyelesaikan persoalan dengan manajemen Warkopi. Sebab, dalam waktu mendatang Falcon akan memproduksi sejumlah film layar lebar dan series tentang Warkop.
Dalam kesempatan itu, ia membenarkan bahwa manajemen Warkopi telah berkirim surat melalui email pada tanggal 10 September 2021 dengan tujuan meminta pandangan dan saran. Mereka juga meminta diagendakan untuk mengadakan pertemuan. Manajemen Warkop DKI menyayangkan mereka dihubungi setelah Alfin, Sepriadi, dan Alfred membuat sejumlah konten dan beberapa kali diundang di acara televisi atas nama Dono, Kasino dan Indro.
Manajemen Warkop DKI juga menyayangkan sampai detik ini tidak ada permintaan izin sama sekali atas penggunaan nama Dono, Kasino dan Indro dan membuat sejumlah konten yang mirip dengan gaya Warkop DKI. “Sampai sekarang mereka tidak minta izin. Mengirim surat hanya meminta untuk bertemu,” kata Indro.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
