
Putri Juficha meninggal di usia muda, 26 tahun. (istimewa)
JawaPos.com - Putri Andriani Juficha tidak hanya dikenal sebagai sosok yang pernah menyandang gelar Miss Earth Indonesia 2025 semasa hidupnya. Di balik pesona dan kiprahnya di dunia pageant, Putri juga meninggalkan jejak lewat kepeduliannya terhadap lingkungan. Isu tentang bumi, pencemaran sungai, pengelolaan sampah, hingga isu tentang keberlanjutan menjadi bagian penting dari perjuangannya.
Putri Juficha diketahui meninggal dunia pada 14 Agustus 2026, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-26. Kabar tersebut disampaikan organisasi Miss Grand Indonesia. Hingga kabar duka diumumkan, penyebab kematian Putri belum dipublikasikan. Namun kabar yang beredar, Putri mengalami serangan jantung.
Kepergian Putri dalam usia yang masih sangat muda membuat banyak orang kembali mengenang perjalanan hidupnya. Bukan sekadar karena mahkota yang pernah dikenakannya, tetapi juga karena gagasan dan kepedulian yang dia bawa ketika mendapat kesempatan berbicara menyampaikan pesan di ruang publik.
Baca Juga:Penertiban Truk Tambang Parung Panjang Hanya Bertahan 1 Hari, Netizen Sentil Keras Rudy Susmanto
Sebagai Miss Earth Indonesia 2025, Putri memang berada dalam ajang yang menempatkan isu lingkungan sebagai salah satu fokus utama. Namun, kepeduliannya terhadap bumi tidak berhenti pada status sebagai seorang beauty queen.
Putri dikenal aktif menyuarakan pentingnya pengelolaan sampah, daur ulang, perlindungan sungai dari pencemaran, serta pelestarian lingkungan dan komunitas. Miss Earth bahkan mengenang Putri sebagai sosok yang memiliki komitmen terhadap advokasi lingkungan.
Di banyak kesempatan, Putri selalu menekankan bahwa pengetahuan dapat mendorong seseorang untuk bertindak. Baginya, ketika masyarakat memahami dampak dari pilihan sehari-hari terhadap lingkungan, mereka dapat menjadi bagian dari solusi.
Pemikiran tersebut memperlihatkan bahwa isu lingkungan bagi Putri bukan sekadar materi kampanye. Ia berusaha menjadikan pesan tentang keberlanjutan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari rumah tangga, sungai, hingga komunitas.
Kepedulian Putri terhadap lingkungan terasa semakin kuat ketika melihat bencana terjadi yang berkaitan dengan kondisi alam dan kehidupan masyarakat. Banjir dan longsor yang sempat melanda sejumlah wilayah di Sumatera menjadi salah satu gambaran betapa rentannya manusia ketika keseimbangan lingkungan dan alam terganggu.
Ketika banjir dan longsor di Sumatera terjadi pada penghujung tahun 2025, Putri Juficha sedih sekali. Dia sampai menangis, bahkan sempat melayangkan kritikan cukup pedas terhadap Kementerian Kehutanan atas penebangan hutan yang terjadi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
