Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Juli 2026 | 18.27 WIB

Prabowo Curhat Diserang karena MBG, Sutradara Agak Laen: Bukan Soal Memberikan Makan Gratisnya

Muhadkly Acho (kanan) dan Ernest Prakasa saat jumpa pers film. (Istimewa) - Image

Muhadkly Acho (kanan) dan Ernest Prakasa saat jumpa pers film. (Istimewa)

JawaPos.com - Sutradara film Agak Laen, Muhadkly Acho, memberikan tanggapan atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku kerap menjadi sasaran kritik publik karena menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Acho, kritik yang muncul bukan ditujukan terhadap tujuan dari program tersebut, melainkan pada tata kelola dan pelaksanaannya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dirinya sering diserang karena menggulirkan program pemberian makanan bergizi bagi anak-anak Indonesia, ibu hamil, hingga lansia. Ia menyebut sebagian pihak menilai program tersebut sebagai pemborosan anggaran.

Menanggapi pernyataan itu, Muhadkly Acho menyampaikan pandangannya melalui akun media sosial. Ia menilai kritik masyarakat tidak berangkat dari penolakan terhadap program MBG, melainkan dari berbagai persoalan yang dinilai muncul dalam proses implementasinya.

"Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena tata kelolanya ngawur, rawan korupsi," tulis Muhadkly Acho.

Acho kemudian menyoroti pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, keberadaan pihak-pihak yang berpotensi memiliki konflik kepentingan dalam pengelolaan SPPG menjadi salah satu alasan publik mempertanyakan pelaksanaan program tersebut.

"SPPG dimiliki oleh para pihak yang rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol, dll," kata Acho.

Selain itu, dia juga menilai sasaran penerima manfaat program belum sepenuhnya tepat. Acho mempertanyakan mengapa kajian akademis tidak dilakukan secara matang sebelum program dijalankan.

"Anda nggak fokus ke yang benar-benar membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi," ungkapnya.

Kritik lain yang disampaikan Acho berkaitan dengan pemilihan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menilai, figur yang dipilih tidak memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidangnya.

"Anda memilih kepala BGN yang tidak kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Sudah gitu korup pula," ujar Acho.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore