Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Juni 2026 | 20.29 WIB

Maia Estianty Keluhkan Dolar Tembus Rp 18 Ribu, Khawatirkan Kondisi Negeri

Maia Estianty dan Irwan Mussry tinggalkan Indonesia. Mereka tidak akan hadir ke acara ngunduh mantu Al Ghazali dan Alyssa Daguise. (Instagram @maiaestiantyreal) - Image

Maia Estianty dan Irwan Mussry tinggalkan Indonesia. Mereka tidak akan hadir ke acara ngunduh mantu Al Ghazali dan Alyssa Daguise. (Instagram @maiaestiantyreal)

JawaPos.com - Sejumlah selebriti Tanah Air ikut mengomentari rupiah yang memasuki fase paling lemah sepanjang sejarah atas dolar AS. Kini, dolar menembus angka Rp 18 ribu.

Selain Andhika Pratama, Maia Estianty juga mengeluhkan rupiah semakin tidak berdaya atas dolar. Terbukti, dari hari ke hari, rupiah terus bergerak secara konsisten ke arah pelemahan.

Jika sebelumnya dolar AS berada di level Rp 18.049, kini melemah sekitar 17 poin atau sekitar 0,09 persen menjadi Rp 18.066.

"Dolar tembus 18.000," keluh ibunda Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani dalam unggahannya di akun media sosial Threads.

Maia Estianty mengeluhkan pelemahan rupiah bukan tanpa alasan. Situasi ini dapat membawa dampak negatif ke masyarakat. Menurut istri pengusaha Irwan Mussry, pajak hingga potongan di platform perbelanjaan online bakal ikut naik seiring dengan terjadinya pelemahan rupiah atas dolar.

"Pajak-pajak naik, potongan admin marketplace naik. Doa aja deh, 'Ya Allah berikanlah kami rejeki yang banyak, sehingga kami tidak kekurangan apa pun... Aamiin' untuk semuanya masyarakat Indonesia," lanjut Maia Estianty menyarankan masyarakat memperbanyak doa.

Pada unggahan berikutnya, Maia mengeluhkan kondisi negeri disandera oleh para koruptor yang merupakan penghambat utama kemajuan. Maia Estianty bingung kenapa korupsi bisa tumbuh subur di negara yang sudah memiliki lembaga independen yang khusus menangani perkara korupsi, Komisi pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jika di negara kita banyak terjadi korupsi, sistemnya kah, SDM-nya kah, atau apanya yang harus diubah? Ayo dong diubah. Asli makin malas nanti orang-orang pinter kerja di pemerintahan kalau akhirnya harus diborgol," tulis Maia.

"Kayaknya sistem dan SDM-nya yang harus di reformasi ya? Benar nggak? Menurut kalian bagaimana?," imbuh Maia Estianty.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore