
Girl group rookie asal Korea Selatan, ILLIT, dan mini album terbaru mereka yang bertajuk “BOMB”. (Allkpop)
JawaPos.com - Grup rookie ILLIT kembali mencuri perhatian publik dengan perilisan mini album ketiga mereka bertajuk ‘Bomb’, yang resmi dirilis pada 16 Juni 2025.
Lagu utama mereka, ‘Do the Dance’ langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, bahkan video musiknya telah mencatat lebih dari 15 juta penayangan hanya dalam waktu kurang dari tiga hari setelah dirilis.
Namun, meskipun kesuksesan secara komersial terlihat jelas di permukaan, reaksi publik terhadap lagu tersebut ternyata cukup beragam.
Melansir laman Koreaboo, di balik popularitasnya, muncul diskusi panas di kalangan pendengar dan netizen terkait beberapa elemen musikal dalam lagu yang dinilai terlalu mirip dengan rilisan sebelumnya.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah penggunaan pola vokal yang digambarkan sebagai "ddu-dda-ddi" dalam ‘Do the Dance’.
Kritikan ini muncul karena elemen tersebut dianggap terlalu sering dipakai dalam lagu-lagu ILLIT, menciptakan kesan monoton dan kurang eksploratif.
Meskipun banyak netizen yang mengakui bahwa ‘Do the Dance’ adalah sebuah lagu yang solid dari segi produksi, mereka menyuarakan kekhawatiran atas minimnya variasi musikal dalam karya-karya ILLIT sejauh ini.
Salah satu hal yang ditekankan adalah kemiripan antara lagu baru tersebut dengan single sebelumnya, ‘Tick-Tack’, baik dari segi ritme, penggunaan bass berat, efek suara bergaya gim video, hingga pad elektronik yang menjadi latar khas.
Pola produksi yang dianggap terlalu mirip ini pun memunculkan diskusi lebih luas tentang arah dan identitas musikal ILLIT.
Sejumlah pendengar mempertanyakan apakah grup ini telah menunjukkan perkembangan atau pertumbuhan artistik yang signifikan sejak debut mereka.
Bahkan sebagian netizen menyuarakan keprihatinan bahwa meskipun lagu-lagu ILLIT memang mudah disukai, elemen-elemen seperti pola vokal yang berulang bisa membuat mereka kehilangan daya tarik jika tidak ada pembaruan dalam gaya bermusik ke depannya.
Diskusi pun meluas ke forum komunitas populer seperti Instiz, di mana netizen terbagi ke dalam dua kubu.
Beberapa merasa bahwa lagu ini terlalu mirip dengan karya sebelumnya dan mengecewakan, sementara yang lain justru menganggapnya sebagai bentuk konsistensi gaya dan identitas musik grup.
“Saya tidak mendengarkan lagu-lagu mereka karena selalu sama… Saya mendengar orang mengatakan lagu ini bagus, jadi saya mendengarkannya segera setelah dirilis. Namun, lagu itu sama saja seperti terakhir kali, jadi saya mematikannya,” tulis salah satu netizen.
“Lagunya bagus, tetapi kali ini bernuansa retro, jadi sangat berbeda dari lagu-lagu mereka sebelumnya. Saya pikir (pola vokal) hanyalah ciri khas mereka seperti yang dilakukan tripleS dengan ‘La la la’ dalam lagu-lagu mereka,” tulis netizen lainnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
