
Doktif. (Abdul Rahman/JawaPos.com).
JawaPos.com–Dokter Detektif atau Doktif mengaku ada pihak yang menginginkan akun media sosialnya. Kabar tersebut diungkap Doktif setelah dia ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencemaran nama baik atas laporan dokter Andreas Situngkir.
”Tujuan mereka melakukan ini hanya satu untuk mengambil akun Dokter Detektif. Jadi serangan mereka adalah satu, akun Dokter Detektif,” aku Doktif di Polres Metro Jakarta Selatan.
Dia mengaku ada pihak yang menginginkan akun media sosialnya dengan tujuan bukan untuk memilikinya. Menurut Doktif, mereka mengincar akunnya supaya dibekukan dan dia tidak bisa lagi melakukan live atau membuat konten edukatif di media sosial.
”Mereka ini targetnya selalu akun akun Doktif. Untuk apa? Supaya Doktif berhenti mengungkap kebenaran,” tutur Doktif.
Doktif menegaskan bahwa dirinya sudah tahu sejak awal resiko yang harus ditanggung dengan mengungkap bobrok skincare abal-abal. Dia harus berhadapan dengan mafia skincare. Dia pun mengaku siap menerima risiko terburuk sekalipun sampai harus kehilangan nyawa.
Meski kini menghadapi ujian cukup berat menjadi tersangka, Doktif mengaku tidak akan berhenti memberikan edukasi ke masyarakat terkait masalah kecantikan dan keseharan.
”Insya Allah ke depan, Doktif akan terus lantang bicara. Jadi ingat ya para buzzer, lihat sampai detik ini Doktif tetap lantang tidak ada sedikit pun ketakutan, tidak ada sedikit pun kepanikan,” tandas Doktif.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
