Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2023 | 19.01 WIB

Babak Baru, Korban Dugaan Penipuan Rea Wiradinata Bertambah

Selebgram Rea Wiradinata menjalani sidang perkara kepailitan dan PKPU atas gugatan Arif Budiman, Senin (6/11). - Image

Selebgram Rea Wiradinata menjalani sidang perkara kepailitan dan PKPU atas gugatan Arif Budiman, Senin (6/11).

JawaPos.com–Kasus dugaan penipuan yang menyeret nama selebgram Rea Wiradinata memasuki babak baru. Perempuan asal Cianjur tersebut memenuhi sidang perkara Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atas gugatan Arif Budiman, Senin (6/11).

Pihak Rea Wiradinata menyatakan kesediaan menjalani mekanisme perdamaian dengan korban. Dalam kesempatan yang sama, sejumlah korban baru juga turut menyaksikan sidang sekaligus mendaftarkan gugatan kepailitan-PKPU terhadap Rea Wiranata.

Dua di antaranya adalah Shelvia Dewi dan Novita. Keduanya mengaku tertipu oleh Rea usai diajak bergabung dalam sebuah bisnis investasi. Novita mengenal Rea Wiradinata dan memulai bisnis saham bersama pada 2018.

”Waktu itu diajak trading gitu, ya. Ada perjanjiannya, semua bukti-bukti lengkap,” kata Novita di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Namun, perjanjian yang telah mereka buat hanya dipatuhi Rea Wiradinata selama beberapa bulan saja. Novita menyebut bahwa mantan rekan bisnisnya itu menghilang sebelum pembayaran dilunasi.

”Sempat ada pembayaran, tapi nggak lancar, dicicil. Setelah itu, pembayaran belum lunas orangnya menghilang. Udah nggak bisa dihubungi lagi. Jadi saya rugi Rp 300 juta,” beber Novita.

Senasib dengan Novita, Shelvia Dewi juga mengalami hal serupa dua tahun lalu. Rea Wiradinata disebut melanggar perjanjian dan tidak mengembalikan dana investasi miliknya secara keseluruhan hingga alami kerugian Rp 240 juta.

”Skemanya sama (dengan Novita). Dia yang mengajak dan meng-handle account-nya. Dia memberikan kontrak dan cicilannya hanya sedikit sekali, mungkin Rp 9 juta yang sudah dibayarkan,” papar Shelvia Dewi.

Kepadanya Rea Wiradinata mengaku sedang mengalami kesulitan perekonomian sehingga tidak bisa memenuhi kontrak. Namun, Sheliva Dewi mengaku geram dan menuding Rea Wiradinata berbohong. Lantaran ucapannya tersebut tidak selaras dengan yang di-posting di media sosial.

”Terus contact dan ketika dihubungi, dia bilang punya kesulitan keuangan, hidupnya bermasalah, dan sebagainya. Kayaknya tidak sesuai dengan yang di sosmednya, nggak ada yang membuktikan ucapannya itu,” tutur Shelvia Dewi.

Karena itu, Novita dan Shelvia Dewi berharap kerugian yang mereka alami hingga ratusan juta itu bisa dikembalikan Rea Wiradinata.

Sebelumnya, pihak Arif dan pengacaranya, Noverizky Tri Putra Pasaribu pernah mengajukan gugatan serupa. Namun, tidak dikabulkan. Dan pada gugatan kedua ini, pihaknya memenangkan perkara tersebut.

Rea Wiradinata terbukti tidak bisa mengembalikan uang pinjaman sesuai dengan tenggat waktu yang telah dijanjikan.

”Gugatan pertama memang tidak dikabulkan, tapi yang kedua ini dikabulkan. Jadi, hasil gugatan kedua menggugurkan gugatan pertama,” jelas Noverizky Tri Putra Pasaribu.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore