
Wregas Bhanuteja dalam Gala Premiere Jakarta Budi Pekerti (Instagram @wregas_bhanuteja)
JawaPos.com – Wregas Bhanuteja kembali membawa gabar gembira bagi perfilman Indonesia melalui karya terbarunya Film Budi Pekerti.
Film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja serentak bisa dinikmati masyarakat Indonesia sejak hari ini (2/11) di seluruh bioskop Indonesia.
Melalui tangan dinginnya, Wregas Bhanuteja membawa Film Budi Pekerti yang bergenre drama keluarga berhasil meraih 17 nominasi dari 22 kategori nominasi yang diumumkan oleh komite FFI (14/10) lalu.
Terkenal sebagai sutradara film yang cerdas berbakat sejak duduk di bangku kuliah dan berhasil meraih berbagai nominasi dan penghargaan dalam karyanya.
Bagaimana kisah perjalanan Wregas Bhanuteja dalam industri perfilman? Berikut ulasannya.
Dilansir jawapos.com dari berbagai sumber, Wregas Bhanuteja tercatat merupakan alumni Institusi Kesenian Jakarta.
Wregas Bhanuteja dengan nama lengkap Raphael Wregas Bhanuteja adalah alumni Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta.
Pria kelahiran Jogja, 20 Oktober 1992 ini merupakan seorang sutradara film Indonesia pertama yang meraih penghargaan film pendek terbaik di Semaine de la Critique, Festival Film Cannes 2016 dengan karyanya yang berjudul ‘Prenjak’.
Selain itu, pria 31 tahun ini juga berhasil memenangkan penghargaan Leica Cine Discovery Prize sebagai film pendek terbaik di festival tersebut.
Wregas Bhanuteja berhasil membawa nama Indonesia untuk pertama kalinya bersinar dalam ajang tersebut.
Selain film pendek, ia juga berkarya dalam film panjang ‘Penyalin Cahaya’ yang menjadi karya pertamanya dalam kategori ini.
‘Penyalin Cahaya’ membawanya menjadi sutradara terbaik dan memenangkan 12 piala citra dalam Festival Film Indonesia 12.
Perjalanan Wregas Bhanuteja sudah ia rintis sejak duduk di bangku kuliah.
Semasa berkuliah ia banyak menulis dan menyutradarai beberapa film pendek.
Pada usia 22 tahun ia dinobatkan sebagai sutradara termuda dalam kompetisi 65th Berlin International Film Festival 2015 kategori Berlinale Shorts Competition dengan ‘Lembu Sura’.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
