
Pemain dan pembuat film “Para Perasuk” dalam konferensi pers usai pratayang film tersebut di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (ANTARA/Sri Dewi Larasati)
JawaPos.com - Sutradara Wregas Bhanuteja menegaskan bahwa film terbarunya berjudul Para Perasuk bukan mengusung genre horor, dikutip dari ANTARA.
“Film ini bukan film horor ya, karena saya sendiri penakut. Film ini tentang obsesi manusia,” kata Wregas dalam konferensi pers usai pratayang film “Para Perasuk” di Jakarta, Selasa.
Wregas menyampaikan film “Para Perasuk” yang mulai proses pembuatannya dari tahun 2024 itu menggambarkan tentang obsesi diri sendiri dan mimpi memaafkan masa lalu.
“Jadi film ini pun juga emosional, personal, nggak cuma genre doang,” tutur dia.
Wregas menceritakan film Para Perasuk itu sebagai cerminan perjalanan pribadinya, bagaimana ketertarikannya pada dunia film sejak duduk di bangku sekolah merasakan kesenangan dalam membuat karya visual.
Namun, rasa suka itu justru perlahan berubah menjadi obsesi, yang membuatnya menjauh dari orang-orang terdekat.
“Aku menyadari kalau film itu potret dari kehidupan, kenapa aku melupakan kehidupan asli itu sendiri, dan kenapa aku malah terfokus pada frame yang hanya berukuran 16:9 ini. Jadi itulah titik yang merubah aku bahwa hidup lebih penting dari film,” kata dia.
Dalam film “Para Perasuk” obsesi manusia itu digambarkan melalui watak tokoh Bayu yang berambisi untuk menjadi perasuk terbaik.
Film “Para Perasuk” mengeksplorasi kisah pencarian obsesif dari anak muda untuk menjadi perantara roh, di saat kekuatan dari luar tengah mengancam desanya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
