
Ario Anindito dalam Indonesia Comic Con 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan, Minggu (29/10).
JawaPos.com - Sejumlah comic artist ternama ikut meramaikan Indonesia Comic Con 2017 pada hari kedua, Minggu (29/10) di Jakarta Convention Center, Senayan.
Salah satunya yakni Ario Anindito. Dia adalah comic artist yang berkerja untuk perusahaan komik terbesar, Marvel.
Saat ditemui JawaPos.com di booth Indonesia Comic Con 2017, Ario bercerita awal perjalanannya hingga berkerja di Marvel.
Pria asal Bandung itu menuturkan bahwa dirinya memang hobi menggambar sejak kecil. Beranjak dewasa, kebiasaan itu terus dilakukannya. Termasuk saat duduk di bangku kuliah. Saat itu, Ario menimba ilmu di Universitas Parahyangan, Jurusan Arsitektur.
Karir profesional Ario Anindito sebagai comic artist bermula pada 2010. Saat itu dirinya dihubungi sebuah agensi asal Italia, Tomato Agency.
"Agensi itu lihat gambar saya di internet. Dan ngajak gabung 2010," kata Ario Anindito kepada JawaPos.com, Minggu (29/10) malam.
Tawaran tersebut kemudian diterima cowok 33 tahun itu. Tanpa diduga, Tomato Agency langsung menawarkan nama Ario Anindito ke Marvel.
"Langsung saya terima," ucapnya.
Setelah bergabung, Ario Anindito mulai mengerjakan sejumlah proyek. Mulai dari Secret Empire: United, Agents of Shield, Hyperion, Venom: Space Knight, House of M, dan lainnya.
Ario Anindito mengerjakan komik-komik Marvel tetap dari Bandung. Dia berkomunikasi secara online dengan pihak Marvel untuk menyesuaikan kebutuhan.
Meski berkerja di perusahaan ternama, Ario Anindito tetap merasakan suka-duka dalam pekerjaannya. Beda waktu antara Amerika Serikat dan Bandung harus membuatnya menyesuaikan diri.
"Dukanya, feedback kadang pas jam saya tidur. Soalnya beda waktu di sini. Saya kerja tiap hari 12 jam," jelasnya.
"Enaknya saya keliling dunia. Udah ke Jepang, Taiwan, Malaysia, dan lainnya buat jadi bintang tamu acara kayak Indonesia Comic Con," imbuh Ario.
Sejumlah proyek Marvel selanjutnya akan dikerjakan juga oleh Ario Anindito. Namun, dia belum bisa memberi bocoran terlalu banyak.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
