
ELRC Supervisor film Jumbo Garry Liwang bersamaRektor Binus University Dr. Nelly, S.Kom., M.M. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com–Film Jumbo sukses besar sejak tayang perdana di momen Lebaran Idul Fitri 2025 di bioskop. Film ini berhasil mencetak rekor sebagai film animasi Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa dengan jumlah penonton mencapai 9,5 juta.
Proses pengerjaan film ini dari tahap awal sampai tuntas membutuhkan waktu selama kurang lebih lebih 5 tahun. Film Jumbo dikerjakan para kreator dari Indonesia.
"Film Jumbo dikerjakan oleh 420 orang, murni orang Indonesia dan 15 orang di antaranya alumni Binus," kata Garry Liwang, ELRC Supervisor film Jumbo.
Dari 420 orang kreator, mayoritas adalah mereka yang lahir pada 90-an dan usia mereka sekitar 30-an tahun. Film Jumbo mengambil inspirasi dari sejumlah negara sampai akhirnya berhasil seperti sekarang.
"Kita bikin konsepnya yang dekat dengan kita. Kita juga cari inspirasi dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Kita ingin kalau mereka nonton juga merasa dekat," tutur Garry Liwang.
Dia juga bercerita, saat mengerjakan film Jumbo sangat totalitas. Sehari-harinya disibukkan dengan mengerjakan film animasi buatan rumah produksi Visinema Studios. Dia hanya berhenti untuk beristirahat sejenak dan juga jeda makan.
Siapa sangka, ilmu pengetahuan yang didapat selama kuliah ternyata banyak berguna ketika Garry Liwang masuk ke industri. Padahal, dulu dia sempat kurang bersemangat saat mempelajari tentang teori warna.
"Apa yang dipelajari di kampus waktu kuliah ternyata sangat berguna. Misalnya tentang teori warna. Dulu sempat berpikir, ngapain sih belajar warna? Dari kecil kan sudah tahu warna. Ternyata itu sangat diperlukan untuk film animasi," jelas Garry Liwang.
Menurut Garry, film Jumbo 2 mulai direncanakan untuk digarap. Visinema menganggap ini bukan sekadar film, tapi akan dibuat menjadi IP ke depannya.
"Talent-talent orang Indonesia sudah sangat mumpuni untuk mengerjakan film animasi. Cuma kita juga harus ditunjang investor dan segala macam," papar Garry.
Mengetahui fakta ternyata 15 orang lulusan Binus terlibat dalam pembuatan film animasi Jumbo, Dr. Nelly, S.Kom., M.M selaku Rektor Binus University mengaku senang sekaligus bangga. Dia memberikan dukungan pada industri perfilman untuk membuat film yang tidak hanya menghibur, namun juga memberikan manfaat bagi para penonton.
"Film Jumbo, Indonesia banget, mengena banget. Memberikan semangat buat penonton. Karya-karya seperti ini yang bisa kita kembangkan. Membuat karya yang bisa memberikan dampak," tutur Nelly.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
