
EKSPLORASI: Alice Wibisono mampu menciptakan lanskap suara yang memikat di berbagai genre dan medium. (Istimewa)
JawaPos.com - Masuk di USC School of Cinematic Arts, menjadi pintu pembuka bagi Alice Wibisono ke kesempatan-kesempatan berharga lainnya. Ia kini berhasil mengembangkan talenta luar biasanya di dunia desain suara dan mendapat pengakuan internasional.
Beberapa desain suara garapannya bahkan mendapatkan penghargaan. Salah satunya film animasi In This Together berhasil meraih Gold Award di Collision Awards 2024 dan diputar di berbagai festival film, termasuk Palm Springs Animation Festival, Madrid Indie Film Festival, dan Warped Dimension.
Alice juga menunjukkan fleksibilitasnya lewat beragam proyek. Seperti film pendek Clowning Time yang tampil di San Diego Filipino Film Festival dan First Look Film Festivals. Hingga kampanye iklan besar seperti Calvin Klein Eternity yang diakui di Aesthetica Advertising Film Festival dan Berlin Commercial Raw. Karyanya telah diputar di lebih dari selusin festival internasional lainnya, seperti Chocolate City International Film Festival, Live Screenings International Film Festival, dan VAFI & RAFI International Children & Youth Animation Film Festival.
Diceritakan Alice, sejak kecil ia sudah tertarik pada suara, terutama bagaimana audio bisa membuat orang tersentuh perasaannya atau memperkuat cerita. “Saat kuliah di USC, aku sempat coba berbagai aspek dalam dunia film, tapi desain suara benar-benar mencuri perhatian aku. Dari situ, aku mulai serius mendalami bidang ini dan terus bekerja di berbagai proyek yang seru dan menantang,” kisahnya.
EKSPLORASI: Alice Wibisono mampu menciptakan lanskap suara yang memikat di berbagai genre dan medium.
Kepekaan terhadap detail dan kecintaannya pada seni bercerita lewat suara, membawa Alice menjadi bintang yang terus bersinar di dunia audio. Ia mampu menciptakan lanskap suara yang memikat di berbagai genre dan medium. Agar tak stagnan, Alice terus mendorong dirinya untuk mengeksplorasi berbagai hal.
“Aku selalu cari inspirasi baru. Aku suka banget mendengarkan suara-suara di sekitar, siapa tahu ada yang menarik. Selain itu, aku juga sering eksplor media lain. Seperti film, video game, atau musik. Supaya aku bisa melihat teknik audio yang berbeda-beda,” ungkap Alice.
Alice tak ingin lekas berpuas diri. Ke depan, ia ingin terus berkembang. Ia mengaku begitu antusias dengan kemajuan teknologi audio, terutama di bidang audio imersif.
“Aku pengen banget kerja di proyek yang bisa mendorong batasan desain suara, misalnya di VR atau pengalaman interaktif. Tapi, intinya sih, aku ingin terus bercerita lewat suara dan terlibat di proyek-proyek yang bisa menyentuh audiens secara mendalam,” pungkasnya. (ree/xav)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
