Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Oktober 2024 | 23.34 WIB

Penyesalan Terbesar Putri Marino, Sia-siakan Kesempatan untuk Bersama Ayahnya

Aktris Putri Marino berpose usai mengikuti konferensi pers jelang penayangan perdana film pendek Kebaya Kala Kini di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Selasa (23/7/2024)(Imam Husein/ Jawa Pos) - Image

Aktris Putri Marino berpose usai mengikuti konferensi pers jelang penayangan perdana film pendek Kebaya Kala Kini di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Selasa (23/7/2024)(Imam Husein/ Jawa Pos)

 
JawaPos.com - Putri Marino mengungkapkan penyesalan terbesar dalam hidupnya. Dia mengaku sangat menyesal telah menyia-nyiakan momen kebersamaan dengan ayahnya, Francesco Marino, yang meninggal dunia pada 9 Januari 2023 silam.
 
Sebelum ayahnya akan meninggal, Putri Marino sebenarnya sudah diminta pulang ke Bali oleh ibunya karena ayahnya masuk rumah sakit. Namun Putri Marino mengabaikannya karena merasa ada banyak pekerjaan di Jakarta.
 
Ibunya minta Putri Marino supaya pulang ke Bali besok atau lusa agar dapat bertemu dan berbincang dengan ayahnya. Sayangnya, dia tidak mengikutinya sampai satu minggu berlalu.
 
 
"Sudah seminggu berlalu aku belum pulang. Aku mikirnya entar juga ayah sembuh, banyak hal yamg harus aku selesaikan di Jakarta," tutur Putri Marino dalam podcast di YouTube bersama Denny Sumargo.
 
Seminggu Putri Marino belum juga pulang ke Bali, sang ibunda kembali memintanya untuk pulang.  Bahkan jika memang sangat sibuk, dia minta Putri Marino ngobrol sebentar saja dan setelah itu bisa balik ke Jakarta.
 
"Aku pesan tiket hari itu juga ke Bali. Papa dirawat di rumah sakit di Singaraja. Sampai rumah sakit, papa sudah koma, aku sama Sitha waktu itu. Sitha sudah nangis, aku masih syok," tuturnya.
 
Dalam benak Putri Marino, tergambar sosok ayahnya yang dulu keras dalam mendidik dirinya namun dia sudah tak berdaya terbaring di atas kasus rumah sakit  
 
"Mama bilang, ngobrol saja dulu. Aku bilang, kalau papa mau pergi, nggak apa-apa papa pergi. Maafin kesalahan aku, dan aku maafkan semua kesalahan papa," ungkapnya.
 
Setelah mengobrol bersama ayahnya yang sedang koma, Putri Marino diajak ibunda untuk pergi ke gereja yang terletak di samping rumah sakit. Saat berada di dalam gereja, Putri Marino berdoa yang terbaik untuk ayahnya. 
 
"Kalau bunda pengen mengambil papa dari segala penyakitnya, dilancarkan jalannya jangan nahan-nahan papa, aku nggak kuat. Gak lama setelah itu ada telepon disuruh ke rumah sakit. Nggak lama setelah itu papa meninggal," paparnya.
 
Setelah ayahnya meninggal dunia, Sitha Marino dan keluarga yang lain menangis. Sementara Putri Marino tidak menangis sama sekali. Dia pun sibuk mengurusi administrasi rumah sakit.
 
"Momen saat aku nangis pecah ketika penutupan peti papa. Karena aku merasa nggak akan bisa melihat papa lagi," tuturnya.
 
Setelah ayahnya meninggal dunia, dia jadi sangat menyesal telah menyia-nyiakan kesempatan momen kebersamaan dengan ayahnya.
 
"Penyesalan yang nggak akan bisa ditebus dengan apa pun. Aku akan hidup dengan kedukaan ini. Gila ya duka itu nggak pernah sembuh ternyata," katanya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore