Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 April 2024 | 01.42 WIB

KXF The Fashion Festival Sex di Korea Selatan Dibatalkan Pihak Berwenang

Poster The Fashion. (Allkpop) - Image

Poster The Fashion. (Allkpop)

JawaPos.com – Pihak berwenang mengkritik rencana acara KXF The Fashion sebagai acara yang berbahaya untuk moral. Sebuah festival seks yang dianggap sebagai yang pertama dan terbesar di Korea Selatan telah dibatalkan karena tekanan dari publik.

Acara tersebut diinisiasi oleh Lee Hee Tae, yang berencana untuk menggelar festival tersebut dengan partisipasi 5.000 penggemar. Selain merekrut aktor lokal Korea, Lee juga berencana untuk mengundang aktris porno dari Jepang untuk ikut serta dalam acara tersebut.

Dilansir dari headtopics, Kamis (25/4) Festival tersebut direncanakan akan menampilkan berbagai acara, termasuk peragaan busana seks, pameran mainan seks, dan permainan dewasa lainnya.

Namun, rencana Lee akhirnya harus dibatalkan karena gelombang protes yang muncul dalam kurun waktu kurang dari 24 jam menjelang acara tersebut.

Festival yang diusulkan oleh Lee dinilai berani dan bertentangan dengan kebiasaan masyarakat Korea Selatan, yang dikenal dengan sikap konservatif terhadap seks dan hiburan dewasa.

Lee menyatakan, "Hampir setiap negara maju memiliki festival seks, tetapi di Korea Selatan kami bahkan tidak memiliki budaya hiburan dewasa. Saya ingin menjadi pelopor untuk memulainya." ujarnya.

Namun rencana penyelenggaraan festival seks terbesar di Korea Selatan mendapat penolakan, termasuk dari kelompok hak-hak perempuan di Kota Suwon, lokasi dimana acara tersebut dijadwalkan akan berlangsung. Mereka menilai festival tersebut sebagai eksploitasi terhadap perempuan.

Kelompok pembela hak perempuan tersebut menyatakan bahwa festival seks merupakan bentuk dominasi laki-laki, terlihat dari iklan yang menampilkan banyak perempuan dengan pakaian minim.

Walikota setempat juga mengecam acara tersebut, terutama karena rencana penyelenggaraannya dekat dengan sebuah sekolah dasar. Pihak berwenang diminta untuk mencabut izin penyelenggaraan acara.

Meskipun menghadapi gelombang protes, Lee tidak menyerah dan memutuskan untuk memindahkan lokasi acara. Dia menemukan sebuah bar bawah tanah kecil di kawasan mewah Gangnam di Seoul yang dapat menampung sekitar 400 orang peserta.

Namun, sejumlah bintang porno Jepang memilih untuk mundur dari acara setelah melihat protes yang terjadi. Mereka membatalkan kehadiran mereka di festival.

Lee Hee Tae bukanlah orang biasa. Dia dikenal sebagai pemilik perusahaan perangkat lunak yang disebut Play Joker. Bersama dengan perusahaannya, Lee sering kali terlibat dalam aksi-aksi kontroversial.

Pada tahun 2023, Play Joker mengorganisir sebuah aksi di mana seorang perempuan berjalan di jalanan Seoul dengan hanya mengenakan kotak kardus. Aksi tersebut dipandang kontroversial dan menuai banyak kritik.

Lee sengaja mengatur aksi tersebut dengan tujuan untuk menantang pandangan masyarakat Korea Selatan terhadap seks dan pornografi.

Dia menyatakan bahwa pihak berwenang adalah orang-orang munafik, karena banyak orang mengakses pornografi secara online namun pura-pura tidak tahu.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore