Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Juli 2023 | 01.42 WIB

Saling Bentak dan Saling Tunjuk, Perseteruan Dewi Perssik vs Pak RT 06/04 Lebak Bulus Belum Mereda

Dewi Perssik adu mulut dengan Ketua RT 04/06 Lebak Bulus Jakarta Selatan. (Istimewa) - Image

Dewi Perssik adu mulut dengan Ketua RT 04/06 Lebak Bulus Jakarta Selatan. (Istimewa)

JawaPos.com - Dewi Perssik terus mempersoalkan perseteruannya dengan Ketua RT 06 RW 4 Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Malkan. Depe masih mengunggah rentetan video saat mediasi dan klarifikasi yang berlangsung ricuh dan tidak menemukan jalan damai, dikutip dari POJOK SATU.

Mediasi antara Dewi Perssik dan Ketua RT tersebut berlangsung Kamis (29/6) di Masjid Babul Khoirot, tidak hanya gagal menemukan titik temu, tapi juga diwarnai adu mulut, emosi, dan saling tunjuk.

Ini mediasi kita, bisa kalian lihat, satu cewek melawan RT dan para jubirnya tanpa editing. Bagaimana menurut Anda sikap RT yang seperti ini? Yang pake baju putih si Pak RT, yang bilang “saya org betawi juga ada di baleho depan rumah saya”. Yang perempuan pake baju putih istri dari pak RT diduga,” tulis Dewi Perssik pada caption postingannya di Instagram-nya.

Video-video mediasi itu juga diunggahnya di akun TikTok-nya yang semakin memicu pro dan kontra atas kejadian tersebut.

Di video tersebut ada satu video yang paling disorot saat Dewi Perssik sampai emosi hingga orang-orang yang di masjid bersalawat menenangkan situasi, namun tetap gagal.

Ini berawal saat tim Pak RT meminta penjelasan tudingan Pak RT meminta uang Rp100 juta. Dan, ternyata tim dari Dewi mengaku tidak jelas mendengar pernyataan itu dan akhirnya meminta maaf.

“Saya bisa salah dengar, minta maaf,” ujar salah satu tim Dewi Perssik.

Kemudian, tim Pak RT mempertanyakan banyaknya pemberitaan yang menyudutkan Pak RT gegara tudingan Rp100 juta.

Kemudian Depe menjelaskan inti dari kekesalannya adalah timnya mendapat perlakukan tidak baik, padahal dia hanya ingin berbagi daging kurban.

“Saya merasa tersinggung karena mendapatkan perlakukan tidak baik, sayanya niat baik dimana tiap tahun memberikan daging dan sembako ke warga-warga walapun door to door,” ujarnya.

Lalu ketika sapi yang dititipkan di masjid hendak dibawa ke tempat pemotongan lain, Depe tak terima dengan respon Ketua RT. “Ketika saya minta tolong ditanggapi tidak baik,” sambungnya.

Dia mencontohkan ketika ada warga bersuara ke Presiden, kepala negara tidak langsung marah ke warga, begitu juga harusnya Ketua RT.

“Harusnya mendengar, datang ke rumah saya ‘benarkah bu sapinya mau dibawa’, itu yang benar. Bukan malah ‘lapor sama bos kamu, warga kita tidak mau sama daging’, setuju enggak seperti itu,” tukasnya.

Suara Depe sudah meninggi. “Dilepas sapi saya, apalagi bapak laki-laki, saya perempuan. Pantaskah bapak seorang yang kita anggap sebagai RT marah-marah,” ujarnya.

Ketua RT membalas. “Ini bukan tempat lelang sapi saudara,” ucapnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore