JawaPos.com - Realisasi penyelesaian permasalahan yang dilakukan selebgram Tasyi Athasyia dengan eks karyawannya tidak semanis pernyataanya dalam video diunggah di akun Instagramnya beberapa waktu lalu. Dalam video, Tasyi berjanji akan menyelesaikan permasalahan dengan baik, bahkan dia membuka hotline aduan agar dapat menyerap keluhan.
Namun realisasinya, bukannya mengakomodasi keluhan sejumlah karyawannya, dia justru diduga melakukan pemaksaan terhadap mantan karyawan dengan mendatangkan orang ke rumahnya beberapa hari lalu. Orang diduga suruhan Tasyi memaksa eks karyawan untuk menandatangani sebuah surat perjanjian dengan cara mengintimidasi.
Atas perbuatan tak menyenangkan dialaminya, Putri, salah satu mantan karyawan Tasyi Athasyia membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya terkait dugaan pengancaman. Pelapor menjerat Tasyi dengam Pasal 335 KUHP terkait pengancaman dengan kekerasan.
"Pelapornya bernama Putri, salah satu eks tim selebgram tersebut. Ada foto, kronologis, termasuk foto muka orang yang mendatangi rumah, kita juga lampirkan," kata pengacara Marlon Sihaloho saat ditemui di polda Metro Jaya, Rabu (21/6) malam.
Menurutnya, rumah Putri didatangi orang tak dikenal sampai beberapa kali pada Sabtu (17/6) lalu. Orang diduga suruhan Tasyi memberikan tekanan memaksa Putri menandatangani surat perjanjian yang isinya menganggap permasalahan sudah tuntas.
"Dia merasa terganggu rumahnya didatangi beberapa kali, bahkan sampai tengah malam. Dipaksa menandatangani sebuah surat pernyataan. Artinya, dianggap perkara ini sudah clear lah. Dia nggak mau karena ada tekanan," bebernya.
Laporan polisi juga dibuat sebab Putri merasa ketakutan adanya ancaman dengan cara rumahnya didatangi orang tak dikenal. Bukan hanya Putri, menurut sang pengacara, warga sekitar juga ada yang sampai mengalami ketakutan.
Pengacara Putri menyebut permasalahan dengan Tasyi mulai terjadi dipicu oleh pembayaran gaji yang tidak tepat waktu atau tidak sesuai dengan yang telah disepakati di awal.Yang bermasalah bukan hanya putri, tapi ada beberapa bekas karyawan lain.
"Ada beberapa orang eks tim dari selebgram yang gajinya tidak dibayar full atau tepat waktu. Itu awal mulanya kenapa ke-blow up ke media sosial. Ada ya g kerja November 2022 tapi baru dibayar Januari 2023," jelasnya.