
BBM campuran Bioetanol 5%. (dok. Holopis)
JawaPos.com - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menggandeng PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk memperkuat pengembangan bioenergi nasional.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan pelaksanaan tiga agenda kerja sama. Pertama, pengumuman kembali nota kesepahaman pengembangan energi terbarukan bersama PT Agrinas Palma Nusantara.
Kedua, penandatanganan Heads of Agreement (HoA) terkait penjajakan pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Ketiga, penandatanganan nota kesepahaman penjajakan riset dan pengembangan bioetanol generasi kedua (2G) berbasis produk samping perkebunan dan pengolahan tebu bersama SGN.
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, mengatakan, penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya bioenergi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia.
"Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bioenergi, baik dari sektor perkebunan maupun industri pengolahan. Melalui kerja sama ini, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut bersama para mitra untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dan memperkuat ketahanan energi nasional," ujar John dalam keterangan yang diterima, Selasa (3/11).
John menjelaskan, kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara diawali dengan pengumuman kembali nota kesepahaman pengembangan energi terbarukan yang sebelumnya telah disepakati pada 25 Mei 2026.
Agenda tersebut diwakili oleh Harsono Budi Santoso dan Gagah Guntur Aribowo, serta disaksikan Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa.
Kolaborasi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan HoA oleh Harsono Budi Santoso dan Direktur Bisnis Agrinas Palma Nusantara Nurhidayat. Kesepakatan tersebut menjadi landasan penjajakan kerja sama pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi FAME di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang memiliki kapasitas terpasang 600.000 ton per tahun.
Melalui HoA tersebut, kedua perusahaan akan melakukan kajian bersama untuk mengevaluasi potensi pengoperasian, pemeliharaan, revitalisasi, serta pengembangan fasilitas produksi FAME.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022