Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Antara
Selasa, 3 November 2026 | 06.00 WIB

Harga Nikel di Pasar Global Masih Rendah, Bahlil Minta Pengusaha Tambang Rem Produksi

Menteri ESDM Bahlil lahadalia dalam pembukaan Mineral and Batubara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (2/11). (ANTARA) - Image

Menteri ESDM Bahlil lahadalia dalam pembukaan Mineral and Batubara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (2/11). (ANTARA)

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meminta pengusaha nikel untuk menahan produksinya guna menjaga harga komoditas tambang tersebut di pasar internasional.

"Saya minta kepada teman-teman, industri dan pengusaha tambang (nikel) ini, kita harus bisa menahan diri," ujar Bahlil dalam pembukaan Mineral and Batubara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (2/11).

Bahlil menyampaikan bahwa harga nikel saat ini berada di bawah USD 16 ribu per ton, yakni berkisar di level USD 15 ribu per ton. Menurut Bahlil, rendahnya harga nikel di pasar internasional disebabkan oleh produksi Indonesia yang surplus.

Ia menyoroti terjadinya kelebihan pasokan nikel sekitar 800 ribu ton di pasar dunia. Oleh karena itu, Bahlil yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memerintahkan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno untuk mengendalikan suplai nikel dalam pemberian persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB).

"Pak Dirjen, menurut saya, strategi untuk mengendalikan suplai dan demand lewat RKAB untuk di nikel, itu dilakukan, saya yang tanggung jawab. Untuk kebaikan bangsa dan negara enggak usah ragu-ragu," ujar Bahlil.

Bahlil menyampaikan langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan tingkat kebutuhan nikel dunia dengan produksi nikel yang dilakukan di Indonesia. Ia pun mengingatkan bahwa nikel bukan merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

"Nikel kalau diambil, habis, ya nggak bisa ada lagi. Jadi, pengelolaannya betul-betul harus dengan bijaksana," kata Bahlil.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore