
Methane Workshop yang menjadi bagian dari 51st ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) Council Meeting 2026 di Bali, Senin (26/10).
JawaPos.com - Kolaborasi negara-negara ASEAN berpotensi mempercepat pengurangan emisi metana dari industri minyak dan gas bumi (migas). International Energy Agency (IEA) memperkirakan sekitar 60 persen emisi metana sektor minyak dan gas di kawasan ASEAN dapat dikurangi tanpa biaya bersih tambahan bagi operator.
Potensi tersebut dibahas dalam Methane Workshop yang menjadi bagian dari 51st ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) Council Meeting 2026 di Bali, Senin (26/10). PT Pertamina (Persero) mendorong kerja sama regional untuk memperkuat kebijakan, kapasitas teknis, dan penerapan langkah mitigasi emisi metana.
Programme Manager dan Senior Officer ASEAN Regional Programs di ASEAN-Korea Cooperation for Methane Mitigation (AKCMM) Jihyun Kang mengatakan, penanganan emisi metana membutuhkan koordinasi lintas sektor dan lembaga.
“Koordinasi sangat penting karena tata kelola metana tidak ditangani oleh satu kementerian atau lembaga saja,” ujar Jihyun.
Menurut dia, kerja sama regional perlu mendukung kebijakan nasional, bukan menggantikannya. Setiap negara memiliki prioritas, kapasitas, dan tantangan berbeda dalam menekan emisi metana.
Karena itu, kolaborasi ASEAN diarahkan pada pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas, dukungan investasi, pemanfaatan teknologi, keterlibatan sektor swasta, serta perbaikan sistem data emisi.
Jihyun menambahkan, keterlibatan industri menjadi faktor penting agar strategi regional dapat diterapkan secara nyata. Pemerintah dapat membangun arah kebijakan dan jaringan kerja sama, tetapi pelaksanaan mitigasi juga membutuhkan investasi dan tindakan langsung dari perusahaan.
Peluang Tekan Emisi dan Tambah Pasokan Gas
Legal Advisor and Regulatory Analyst IEA Sadhika Gulati mengatakan, pengurangan emisi metana dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi bagi industri migas. Upaya tersebut berpotensi mengurangi kebocoran gas dan pemanfaatan gas yang sebelumnya terlepas atau dibakar melalui praktik flaring.
“Sebagian besar pengurangan emisi metana dapat dilakukan tanpa menimbulkan biaya bersih tambahan bagi operator,” kata Sadhika saat memaparkan temuan Global Methane Tracker 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022