Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Agustus 2026 | 15.36 WIB

Harga Minyak Mentah Melemah Senin Pagi, Investor Aksi Ambil Untung Jelang Sanksi AS ke Iran

Harga minyak mentah dunia diramalkan oleh Menteri Energi AS Chris Wright akan memuncak dalam beberapa pekan ke depan. (Dok/Jawa Pos) - Image

Harga minyak mentah dunia diramalkan oleh Menteri Energi AS Chris Wright akan memuncak dalam beberapa pekan ke depan. (Dok/Jawa Pos)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia dunia melemah pada perdagangan Senin (24/8) pagi seiring dengan aksi ambil keuntungan atau taking profit investor

Melansir Investing pada pukul 08:24 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 1,75 poin atau 1,89 persen ke level 90,92 dollar per barel atau naik lebih dari 1 dollar jika dibandingkan dengan perdagangan jumat (21/8) pagi sebesar 93,31 dollar per barel.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 2,10 poin atau 2,41 persen ke level 84,93 dollar per barel atau naik jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya sebesar 86,27 dollar per barel.

Dilansir Reuters, kondisi tersebut terjadi karena investor melakukan aksi ambil untung menjelang pengumuman yang diperkirakan akan disampaikan Washington mengenai penerapan sanksi tambahan terhadap Iran. Kebijakan tersebut berpotensi semakin mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan menggelar konferensi pers pada pukul 14.00 waktu AS Timur atau 18.00 GMT pada Senin.

Ia sebelumnya mengancam akan menerapkan "sanksi terberat dalam sejarah" terhadap Iran. Presiden Donald Trump juga mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada mitra dagang Iran.

"Tidak jelas apakah kebijakan AS untuk mengisolasi Iran secara ekonomi akan terbukti efektif. Namun, jika langkah-langkah AS tersebut berhasil sesuai tujuan, kemampuan Iran untuk merespons melalui peningkatan kekerasan menjadi risiko yang semakin perlu dipertimbangkan oleh pasar energi,” tulis Vivek Dhar, analis komoditas di Commonwealth Bank of Australia, dalam sebuah catatan.

Iran mengecam rencana AS untuk mengumumkan sanksi baru, meskipun Presiden Masoud Pezeshkian menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi.

"Kelompok yang lebih pragmatis dalam kepemimpinan Iran lebih memilih deeskalasi, tetapi kelompok garis keras kemungkinan lebih memilih untuk terus bertempur sampai akhir. Saya pikir pada akhir pekan ini kita akan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai pihak mana dalam kepemimpinan Iran yang lebih dominan,” kata analis pasar IG, Tony Sycamore.

Menurut sumber perdagangan, penawaran minyak mentah Iran kepada pembeli di Tiongkok telah menurun, sementara harganya melonjak setelah blokade AS memangkas pengiriman minyak Teheran.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore