
ILUSTRASI: Pengeboran minyak mentah dunia. (Istimewa)
JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak menguat tipis pada perdagangan Selasa (25/8) pagi seiring dengan investor menilai dampak sanksi sekunder AS yang lebih keras terhadap Iran.
Melansir Investing pada pukul 08:37 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,18 poin atau 0,20 persen ke level 90,57 dollar per barel atau naik kurang dari 1 dollar jika dibandingkan dengan perdagangan jumat (21/8) pagi sebesar 90,40 dollar per barel.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,15 poin atau 0,18 persen ke level 85,16 dollar per barel atau naik jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya sebesar 84,93 dollar per barel.
Dilansir Reuters, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin mengumumkan perluasan sanksi untuk memutus sumber pendanaan ekonomi Iran dan memaksa berakhirnya perang di antara kedua negara. Ia mengatakan negara-negara yang masih menjalin hubungan bisnis dengan Iran harus menghentikannya atau berisiko dikeluarkan dari sistem keuangan berbasis dollar AS.
Namun, Bessent tidak menyebutkan negara mana yang akan menjadi sasaran maupun kapan hukuman tersebut akan mulai diberlakukan. Ia mengatakan negara-negara tersebut akan diberikan waktu untuk mematuhi arahan baru itu.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Senin mengatakan AS tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran. Namun, negara tersebut kini lebih mengandalkan tekanan ekonomi. Para analis menilai langkah ini mengurangi kekhawatiran terhadap ancaman gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah akibat perang.
"Pasar tampaknya menilai tekanan ekonomi sebagai jalur yang memiliki risiko lebih rendah terhadap pasokan fisik dibandingkan aksi militer. Itu sebabnya reaksi awal harga minyak justru bergerak turun, bukan melonjak lebih tinggi," kata Kepala Analis Pasar KCM, Tim Waterer.
Namun, ia memperingatkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk merespons dengan mengganggu jalur pelayaran, sehingga tetap mempertahankan premi risiko pada harga minyak.
Menyoroti ancaman tersebut, sebuah kapal tanker minyak pada Selasa dilaporkan terkena proyektil yang belum teridentifikasi dan mengalami kerusakan sekitar 9 mil laut atau 16,7 kilometer di timur laut Ash Shishah, Oman, menurut United Kingdom Maritime Trade Operations.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Lens vs Sporting Lisbon di Liga Champions: Kedua Tim Incar Kemenangan Beruntun
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Al Sadd vs Al Hilal: The Blue Waves Siap Menang Tipis di Doha
Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Lille: Gabriel Magalhaes Tetap Andalan Lini Belakang The Gunners

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022