Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21.32 WIB

Wakil Ketua MPR: Gas Bumi Pegang Peran Krusial sebagai Jembatan Transisi Energi

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. (ANTARA) - Image

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. (ANTARA)

JawaPos.com - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengatakan bahwa agresivitas eksplorasi hulu minyak dan gas bumi (migas) demi menekan ketergantungan impor minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM), tetap menjadi kunci kedaulatan dan ketahanan energi nasional sebagai pilar mutlak yang perlu terus diperkuat.

Menurut dia, kemandirian energi tidak bisa ditawar lagi. Maka dari itu, percepatan dalam mencari cadangan baru dan meningkatkan produksi adalah langkah yang wajib ditempuh pemerintah, sekaligus mengoptimalkan gas bumi sebagai alternatif energi rendah emisi.

"Kita harus mempercepat, memperkuat eksplorasi untuk melakukan peningkatan dari lifting migas kita, agar kita bisa mengurangi impor minyak mentah dan BBM yang selama ini kita lakukan, termasuk juga memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri," kata Eddy, dikutip Sabtu (22/8).

Di tengah tuntutan global untuk menurunkan emisi karbon, menurut dia, gas bumi memegang peranan krusial sebagai jembatan transisi energi karena sifatnya yang jauh lebih bersih dan rendah emisi dibandingkan energi fosil lainnya. Hal ini menempatkan sektor hulu migas tetap relevan dan menjadi tulang punggung bagi ketahanan energi masa depan.

Untuk memacu eksplorasi dan mencapai target-target besar, menurut dia, dibutuhkan iklim investasi yang sehat. Dia menilai sinergi antara SKK Migas dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sudah berjalan di jalur yang tepat, meski masih ada pekerjaan rumah dari sisi regulasi yang harus segera diselesaikan pemerintah.

"Perlu ada perhatian terhadap masukan yang diberikan oleh asosiasi KKKS yang berada di bawah Indonesian Petroleum Association (IPA) yang menekankan pada 3 hal, yaitu penguatan terhadap kepastian hukum, konsistensi kebijakan, dan insentif fiskal," katanya

Dia pun mengapresiasi transformasi pertambangan migas yang dapat dikelola oleh rakyat, setelah ditarik dari wilayah abu-abu menjadi sah dan legal. Meskipun nilainya tidak sesignifikan eksplorasi proyek besar, dia menilai langkah itu tetap efektif untuk memaksimalkan lapangan-lapangan migas marginal.

“Yang tadinya masyarakat sulit mendapatkan pekerjaan, bisa mendapatkan pekerjaan, dan yang sedianya belum ada pemasukan asli daerah dari aspek pertambangan atau eksplorasi migas rakyat, sekarang ada untuk daerah," kata dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan bahwa langkah SKK Migas yang menerapkan strategi dengan mengejar proyek laut dan melegalkan sumur rakyat merupakan taktik yang tepat sasaran.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore