Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 19.14 WIB

Minyak Jelantah Tak Lagi Jadi Limbah, TUKR Sulap 90 Ton Jadi Biofuel

Ilustrasi minyak jelantah. (Pinterest) - Image

Ilustrasi minyak jelantah. (Pinterest)

JawaPos.com - Minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi terbarukan.

Melalui pengelolaan yang tepat, minyak goreng bekas tidak hanya terhindar dari pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat diolah menjadi biofuel sekaligus mencegah praktik daur ulang ilegal yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan TUKR dengan mengumpulkan minyak jelantah dari jaringan restoran di berbagai kota. Dalam periode Juni 2024 hingga Juni 2026, perusahaan itu berhasil menghimpun sekitar 90 ton minyak jelantah untuk diolah menjadi biofuel.

Setiap bulan, rata-rata sekitar 3,75 ton minyak jelantah berhasil dikumpulkan. Seluruh minyak tersebut kemudian diproses menjadi bahan bakar terbarukan agar tidak berakhir sebagai limbah yang mencemari lingkungan maupun kembali masuk ke rantai konsumsi melalui praktik daur ulang yang tidak bertanggung jawab.

Pemanfaatan minyak jelantah menjadi biofuel juga sejalan dengan upaya pemerintah memperluas penggunaan energi baru terbarukan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat implementasi mandatori biodiesel B40 berhasil menekan impor solar dari sekitar 8,3 juta ton pada 2024 menjadi sekitar 5 juta ton sepanjang 2025.

Kebijakan tersebut juga menghasilkan penghematan devisa hingga Rp130,21 triliun serta mampu menurunkan emisi sekitar 38,88 juta ton CO₂ ekuivalen selama 2025.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore