
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin kualitas biodiesel B50 cocok untuk mesin mobil yang diproduksi oleh pabrik asal Asia maupun Eropa. (ANTARA)
JawaPos.com - Upaya menekan impor solar demi memenuhi kebutuhan energi nasional tidak dapat dihindarkan dengan penerapan bahan bakar biodiesel B50.
Langkah kebijakan B50 harus diiringi dengan keberlanjutan rantai pasok biodiesel dan disertai dengan kesiapan infrastruktur distribusi.
Pengamat Energi yang merupakan Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) Ali Ahmudi Achyak meminta pemerintah memastikan ketersediaan bahan baku pendukung produksi biodiesel, seperti metanol dan bahan kimia lainnya yang menjadi komponen penting dalam proses pengolahan minyak sawit menjadi biodiesel.
"Pemerintah perlu mulai mengantisipasi tingginya tingkat utilisasi pabrik biodiesel nasional yang saat ini telah mencapai lebih dari 80 persen. Kondisi tersebut membuat ruang peningkatan produksi semakin terbatas sehingga pengembangan kapasitas pabrik baru maupun pengaturan kembali alokasi produksi perlu dipersiapkan sejak dini," ujar Ali Ahmudi Achyak kepada wartawan pada Minggu (12/7).
Selain memastikan kecukupan pasokan, Ali menyoroti pentingnya pembenahan sistem distribusi agar biaya logistik biodiesel dapat ditekan. Menurut dia, pola distribusi yang lebih efisien akan menjaga harga biodiesel tetap kompetitif sekaligus mempertahankan kualitas produk hingga diterima masyarakat.
“Ke depan tantangan terbesar bukan lagi pada pencampuran B50, melainkan bagaimana menjamin pasokan biodiesel, memperkuat distribusi, mengatur mekanisme pengadaan, serta menjaga kualitas produk di seluruh rantai pasok. Jika empat aspek tersebut dapat dikelola dengan baik, maka B50 akan menjadi fondasi penting dalam strategi diversifikasi energi nasional menuju kemandirian energi," ujar Ali.
Lebih jauh dia menuturkan, peluncuran bahan bakar biodiesel B50 merupakan menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.
Kebijakan itu juga dipandang sebagai bagian dari upaya mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan berbasis sumber daya dalam negeri. “Implementasi B50 merupakan langkah yang sangat penting karena semakin tinggi porsi biodiesel dalam campuran, semakin besar pula penurunan konsumsi solar berbasis fosil," ungkapnya.
Dampak dari kehadiran B50 tidak hanya mengurangi impor BBM, tetapi juga memperkuat ketahanan energi karena bahan bakunya berasal dari dalam negeri dan dapat diproduksi secara berkelanjutan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
