
Panel surya plug-in terpasang di balkon sebuah hunian di Jerman sebagai solusi energi rumah tangga yang semakin diminati (Euro News)
JawaPos.com - Ketika ketidakpastian harga energi global terus menghantui pasar, rumah tangga Jerman mulai membangun bentuk baru kemandirian energi melalui kombinasi panel surya dan sistem penyimpanan baterai. Fenomena ini menunjukkan perubahan dalam transisi energi Eropa, ketika konsumen tidak lagi hanya menjadi pengguna listrik, tetapi juga berperan sebagai produsen dan penyimpan energi.
Jerman selama ini menjadi salah satu negara terdepan dalam pengembangan energi terbarukan. Tahun lalu, negara tersebut menghasilkan listrik dari tenaga angin dan surya lebih besar dibandingkan negara anggota Uni Eropa (UE) lainnya. Berdasarkan lembaga kajian energi Ember, produksi tersebut menyumbang lebih dari seperempat total pembangkitan listrik angin dan surya di kawasan UE.
Dilansir dari Euronews, Kamis (9/7/2026), peningkatan penggunaan baterai rumah tangga menjadi respons masyarakat Jerman terhadap lonjakan harga bahan bakar fosil. Selain memiliki 182 proyek angin lepas pantai dan taman surya operasional terbesar di Eropa yang membentang lebih dari 500 hektare di bekas lokasi tambang batu bara, Jerman juga menjadi pemimpin global dalam penggunaan panel surya plug-in.
Popularitas energi surya rumah tangga meningkat setelah lebih dari satu juta perangkat surya plug-in dipasang sepanjang 2022 hingga 2025. Kebijakan insentif pemerintah melalui tarif pembelian listrik (feed-in tariff) memungkinkan rumah tangga memperoleh harga tetap dari listrik yang dijual kembali ke jaringan. Penghapusan pajak pertambahan nilai (VAT) juga membuat panel surya plug-in dapat dibeli mulai sekitar €200 atau sekitar Rp4,14 juta dengan kurs €1 setara Rp20.710.
Namun, perkembangan energi terbarukan Jerman menghadapi tantangan baru. Infrastruktur jaringan listrik Eropa yang tertinggal menyebabkan hambatan distribusi energi. Laporan Ember memperingatkan lebih dari 120 GW kapasitas energi terbarukan yang direncanakan berisiko tidak optimal jika jaringan tidak segera diperkuat. Pada hari-hari cerah, produksi listrik surya yang melebihi permintaan bahkan dapat membuat harga listrik turun hingga negatif.
Karena itu, baterai menjadi solusi untuk menyimpan energi berlebih dari siang hari dan menggunakannya kembali ketika permintaan meningkat pada malam hari. Sistem ini membantu mengurangi pemborosan energi sekaligus menjaga kestabilan jaringan listrik.
Asosiasi industri surya Eropa SolarPower Europe menilai fleksibilitas menjadi faktor penting dalam percepatan transisi energi. “Dengan perluasan jaringan listrik yang tertinggal dibandingkan perkembangan energi terbarukan, fleksibilitas telah muncul sebagai faktor utama yang memungkinkan kemajuan lebih lanjut,” demikian pernyataan organisasi tersebut.
Menurut perusahaan teknologi bersih 1KOMMA5°, kapasitas penyimpanan baterai Jerman meningkat dari 21,8 GWh menjadi 29,83 GWh sejak Juni 2025, atau naik 37 persen. Kapasitas hampir 30 GWh tersebut setara dengan kemampuan mengisi penuh sekitar 500.000 kendaraan listrik. Sekitar tiga perempat kapasitas itu, hampir 22 GWh, berasal dari sistem penyimpanan rumah tangga.
Jannik Schall dari 1KOMMA5° mengatakan perubahan geopolitik turut meningkatkan minat masyarakat terhadap kemandirian energi. "Dengan dimulainya perang Iran dan lonjakan harga bahan bakar fosil setelahnya, ketertarikan terhadap independensi energi kembali meningkat," ujar Schall.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
