
Ilustrasi Harga minyak dunia.
JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak menguat signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (8/7) imbas dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengancam akan melancarkan serangang terhadap Iran.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 3,86 dollar AS atau 5,2 persen menjadi 78,02 dollar AS per barrel, level tertinggi sejak 19 Juni 2026. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 3,08 dollar AS atau 4,4 persen menjadi 73,52 dollar AS per barrel, tertinggi sejak 22 Juni 2026.
Ancaman Trump terhadap Iran kembali meningkatkan kekhawatiran akan pergerakan lalu lintas kapal yang melalui Selat Hormuz. Trump menyatakan kesepakatan sementara yang ditandatangani bulan lalu untuk mengakhiri perang dengan Iran telah berakhir.
Dia mengatakan bahwa AS kemungkinan akan melancarkan serangan baru pada Rabu malam, setelah Iran menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk serta kapal tanker di Selat Hormuz.
Baca Juga:Gejolak Timur Tengah dan Kenaikan Yield Obligasi AS Berpotensi Tekan Rupiah pada 9 Juli 2026
Pernyataan tersebut membuat kenaikan harga minyak berkurang dari puncaknya yang sempat mendekati 9 persen selama perdagangan. "Peningkatan ketegangan terbaru kemungkinan telah membatasi jumlah kapal yang bersedia melewati Selat Hormuz," ujar analis dari RBC Capital Markets dikutip Reuters, Kamis (9/7).
Sebelumnya, Raksasa minyak Arab Saudi, Aramco, kembali memuat minyak mentah di terminal Ras Tanura pada Jumat setelah aktivitas tersebut sempat terhenti hampir empat bulan. Langkah itu menjadi bagian dari upaya produsen Timur Tengah mempercepat ekspor minyak dan gas setelah meningkatkan produksi menjelang tercapainya kesepakatan sementara.
"Meski kesepakatan AS-Iran menjadi titik balik bagi pasar minyak, arus pasokan fisik masih terhambat akibat antrean kapal tanker, kerusakan infrastruktur, dan penghentian produksi," kata analis ANZ.
Menurut mereka, dibutuhkan waktu hingga akhir tahun sebelum pasokan kembali mendekati tingkat sebelum konflik.
Aktivitas pemuatan di terminal Ras Tanura tetap berlangsung meski sebuah helikopter milik Aramco jatuh pada Minggu di Ras Tanura, pesisir timur Arab Saudi di Teluk. Kecelakaan tersebut menewaskan 14 warga negara, sementara penyebabnya masih belum diketahui, menurut kantor berita pemerintah.
Selain itu, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) juga dilaporkan menjual minyak mentah melalui tender dengan harga diskon.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
