
Sidang Anggota DEN ke-2 dan ke-3 Tahun 2026 yang dipimpin Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Kamis (18/6). (dok. DEN)
JawaPos.com - Dewan Energi Nasional (DEN) terus memperkuat strategi menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam Sidang Anggota DEN ke-2 dan ke-3 Tahun 2026 yang dipimpin Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Kamis (18/6).
Dalam pembukaan sidang, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan sektor energi selama beberapa tahun terakhir berkat koordinasi dan kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.
"Alhamdulillah, melalui sinergi dan kerja keras seluruh pihak, Indonesia berhasil melewati berbagai tantangan pada masa transisi dan kini berada pada posisi yang semakin kuat dalam menjaga ketahanan energi nasional," ungkap Menteri Bahlil membuka Sidang Anggota.
Menurutnya, kondisi tersebut terlihat dari kemampuan Indonesia menjaga pasokan energi tetap aman dan harga tetap terkendali, meski sejumlah negara menghadapi tekanan akibat gejolak pasar energi global.
"Bahkan, sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Filipina sempat mengalami tekanan serius terhadap sektor energinya. Namun, Indonesia mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga energi, termasuk mempertahankan kebijakan subsidi energi," ungkapnya.
Dalam sidang tersebut, DEN membahas upaya sinkronisasi regulasi antara Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan dan Penanggulangan Krisis Energi dan/atau Darurat Energi dengan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 yang mengatur pengadaan minyak bumi, bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG) untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Pembahasan tersebut dinilai penting mengingat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dunia. Risiko gangguan distribusi melalui Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama perdagangan minyak global, menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam memperkuat sistem mitigasi krisis energi.
Melalui harmonisasi regulasi tersebut, DEN menilai perlu adanya kepastian hukum dan mekanisme operasional yang lebih terintegrasi agar pemerintah dapat merespons secara cepat dan efektif apabila terjadi kondisi krisis maupun darurat energi.
Selain membahas regulasi, sidang juga menyoroti pentingnya penguatan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai hubungan antara ketahanan energi, keberlanjutan pasokan, stabilitas fiskal, dan dampak volatilitas harga energi dunia. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan sosialisasi kebijakan subsidi energi serta pengembangan cadangan energi nasional dengan melibatkan pelaku usaha dan institusi pendidikan tinggi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022