
ILUSTRASI Truk bertonage besar melintas di Jalan Veteran hingga Kartini. (Istimewa)
JawaPos.com - Institute for Essential Services Reform (IESR), menilai penggunaan truk tanpa emisi atau truk listrik berpotensi menghemat keuangan negara hingga mencapai Rp 650 triliun per tahun pada 2060.
Kepala Kebijakan Transisi dan Dekarbonisasi IESR, Ilham Rizqian Fahreza Surya, mengatakan bahwa ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) juga akan memperbesar risiko fiskal dan ketahanan energi Indonesia.
Ia mengatakan, Studi IESR memperkirakan setiap truk listrik yang beroperasi dapat menghindari beban subsidi dan kompensasi sekitar Rp 21 juta per tahun pada 2030, dan meningkat menjadi sekitar Rp 50 juta per unit per tahun pada 2060.
"Jika diterapkan pada armada nasional sebanyak 7,6 juta truk tanpa emisi, potensi penghematan fiskal dapat mencapai Rp 650 triliun per tahun pada 2060, dengan akumulasi penghematan sekitar Rp 5.000 triliun sepanjang 2025–2060," ujar Ilham dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (18/6).
Ilham mengatakan, transisi menuju truk tanpa emisi tidak hanya relevan dari sisi lingkungan, tetapi juga dari sisi ekonomi dan fiskal. Elektrifikasi truk dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada diesel, menekan risiko fluktuasi harga minyak global, serta membuka ruang fiskal yang lebih besar untuk Pembangunan.
Untuk itu, IESR merekomendasikan penerapan standar efisiensi bahan bakar atau fuel efficiency (FE) yang meningkat setidaknya 10 persen setiap tahun. Hal ini bertujuan untuk menurunkan emisi gas buang serta meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar pada armada truk yang beroperasi.
Regulasi ini dilakukan dengan menetapkan batas rata-rata konsumsi energi armada yang dijual setiap pabrikan dalam periode tertentu, dengan pengawasan berdasarkan tipe kendaraan dan pelacakan penjualan tahunan.
Kemudian, Indonesia juga perlu mendorong produsen yang telah beroperasi di Indonesia untuk membawa model ZET yang sudah dipasarkan di luar negeri ke pasar domestik.
“Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah mengaktifkan kembali insentif bea masuk 0 persen yang pernah diterapkan pada kendaraan listrik penumpang impor utuh atau completely built up, dan memperluasnya ke segmen ZET. Namun, insentif tersebut perlu disertai kewajiban pengembangan ekosistem, termasuk investasi infrastruktur pengisian daya,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022