Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juni 2026 | 16.28 WIB

Pasokan Minyak Iran Kembali ke Pasar, Harga WTI dan Brent Kompak Turun

Ilustrasi: Perdagangan minyak Iran. (Dok.JawaPos.com). - Image

Ilustrasi: Perdagangan minyak Iran. (Dok.JawaPos.com).

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren penurunan setelah mendapatkan angin segar atas pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran yang menjadi jawaban atas gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah.

Berdasarkan Investing pada Jumat (19/6) harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sebesar turun 0,7 persen menjadi USD 75,98 per barel dan kontrak berjangka Brent ditutup turun sebesar 0,4 persen persen menjadi USD 78,89.

Penandatangan perjanjian sementara yang mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati akan membuka kembali Selat Hormuz, dan mencabut sanksi AS terhadap ekspor minyak Teheran.

"Penjualan berlanjut karena pasar energi terus secara agresif memperhitungkan kembalinya pasokan minyak Iran lebih cepat dari yang diperkirakan menyusul nota kesepahaman AS-Iran baru-baru ini," kata analis pasar IG, Tony Sycamore, dilansir Reuters.

Nota kesepahaman yang terdiri dari 14 poin tersebut memulai periode negosiasi selama 60 hari, di mana Iran akan mengizinkan lalu lintas bebas biaya melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran utama bagi minyak dan gas dunia. Kesepakatan itu menargetkan pemulihan lalu lintas di selat tersebut hingga kapasitas penuh dalam waktu 30 hari.

Kesepakatan awal tersebut menunda pembahasan sejumlah isu yang lebih sulit, seperti program nuklir Iran, dan juga mengharuskan AS beserta mitranya menyusun rencana pendanaan senilai USD 300 miliar untuk membantu pemulihan Iran.

Jika perjanjian ini berhasil diterapkan dan Selat Hormuz dibuka kembali, krisis pasokan tahun ini dapat berubah menjadi kelebihan pasokan yang signifikan pada tahun 2027.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan bahwa pasokan minyak akan melampaui permintaan sebesar 5,05 juta barel per hari tahun depan seiring kembalinya pasokan minyak Timur Tengah ke pasar.

Bank Sentral AS (Federal Reserve) juga semakin mempertimbangkan kemungkinan perlu menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini untuk menekan inflasi, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan permintaan minyak.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore