
PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi, menegaskan langkah transformasinya untuk menjadi operator hulu migas berbiaya rendah (low-cost operator) berkelas global di tengah tantangan industri energi sepanjang 2026. (Istimewa)
JawaPos.com - PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi, menegaskan langkah transformasinya untuk menjadi operator hulu migas berbiaya rendah (low-cost operator) berkelas global di tengah tantangan industri energi sepanjang 2026.
Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, menyampaikan bahwa fokus utama strategi ini adalah pengembangan lapangan marginal dengan pendekatan efisiensi yang ditopang teknologi dan inovasi.
“Ke depan, kami akan fokus sebagai low-cost operator untuk menggarap lapangan marginal. Kami menargetkan kegiatan operasi bisa 15 persen hingga 20 persen, bahkan mencapai 25 persen lebih efisien dibandingkan operasi migas saat ini,” ujar Litta Ariesca.
Transformasi ini juga menjadi respons atas fluktuasi harga minyak global, dinamika geopolitik, serta dukungan terhadap target pemerintah dalam mencapai produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFPD).
Sejalan dengan arah tersebut, Elnusa mengusung tema strategis 2026 bertajuk “Rediscover Technology and Innovation Age”, yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara adaptif serta penguatan budaya inovasi di seluruh organisasi.
“Transformasi ini bukan hanya soal menghadirkan teknologi baru, tetapi bagaimana membangun ekosistem kerja di mana setiap Perwira Elnusa mampu berpikir lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien dalam menjalankan operasional,” tambah Litta.
Untuk mendukung implementasinya, Elnusa terus memperkuat kapabilitas layanan hulu migas yang terintegrasi, mulai dari geoscience, survei seismik, pengeboran, hingga optimasi lapangan yang sudah berproduksi.
Perseroan juga mempererat sinergi dengan entitas di bawah Pertamina Group, termasuk Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina Technology, Innovation & Infrastructure (TI&I).
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah teknologi vibroseis untuk Enhanced Oil Recovery (EOR), serta pemanfaatan alat Inline Inspection (ILI) guna menjaga keandalan jaringan pipa migas nasional yang panjangnya telah melampaui 21.000 km.
“Melalui teknologi ILI, kami dapat melakukan deteksi dini terhadap kondisi pipa, sehingga tindakan pemeliharaan dapat dilakukan secara tepat waktu sebelum terjadi potensi kebocoran,” jelas Litta.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
