
Ilustrasi truk tangki Pertamina membawa avtur di bandara. (Pertamina)
JawaPos.com – Pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor avtur mulai tahun 2027.
Kebijakan stop impor avtur ini menjadi bagian dari strategi besar penguatan ketahanan energi nasional sekaligus pengurangan ketergantungan pada produk bahan bakar impor.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kebijakan menghentikan impor avtur sejalan dengan arahan Presiden untuk memaksimalkan kapasitas kilang dalam negeri.
Dengan langkah itu, Indonesia ke depan hanya akan mengimpor bahan baku minyak mentah (crude), bukan lagi produk jadi.
“Termasuk avtur, Bapak Presiden. Jadi avtur juga 2027 insya Allah tidak lagi kita melakukan impor. Ke depan kita akan dorong atas perintah Bapak Presiden, kita hanya mengimpor crude-nya saja,” ujar Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto dalam acara peresmian RDMP Kilang Balikpapan, Senin (12/1).
Menurut dia, jika kebijakan ini berhasil dijalankan, maka berbagai tekanan akibat impor energi dapat ditekan secara signifikan.
Dampaknya bukan hanya pada penghematan devisa, tetapi juga pada penguatan industri pengolahan minyak nasional.
“Kalau ini mampu kita lakukan, maka gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis,” katanya.
Bahlil menyadari, langkah tersebut berpotensi menuai pro dan kontra, termasuk sorotan di media sosial.
Ia menyinggung kemungkinan adanya pihak-pihak yang merasa dirugikan karena jalur impor produk jadi dipersempit.
“Setelah ini pasti rame lagi di sosmed, karena dianggap Menteri ESDM potong-potong jalur para importir,” ucapnya.
Meski demikian, Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan gentar. Menurutnya, seluruh kebijakan yang diambil semata-mata demi kepentingan bangsa dan negara.
“Tapi tidak ada masalah, Bapak Presiden. Demi Merah Putih, jangankan harta, nyawa pun kita kasih, karena kita semua ini orang Merah Putih,” tegas Bahlil.
Sebelumnya, pemerintah juga menegaskan untuk tidak melakukan impor solar pada tahun 2026. Sebagai kebijakan turunannya, seluruh SPBU swasta di tanah air diharuskan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) dari PT Pertamina (Persero).
Kebijakan itu diambil sebagai bentuk komitmen PT Pertamina (Persero) untuk bisa meningkatkan produksi BBM dengan RON tinggi, mulai dari 92, 95 dan 98 di tanah air.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
